Modifikasi Pakai Shockbreaker dan Komponen Rem Imitasi? Ini Bahayanya!

Modifikasi Pakai Shockbreaker dan Komponen Rem Imitasi? Ini Bahayanya!

Ilustrasi Master Rem No Name-Photo: Rangga Life Time-Youtube

RADARTVNEWS.COM – Tren modifikasi sepeda motor adalah tren yang masih ramai diperbincangkan. Mulai dari Pembahasan tentang selera modifikasi hingga pandangan orang awam tentang modifikasi sepeda motor.

Tingginya minat terhadap modifikasi motor turut berpengaruh pada meningkatnya permintaan terhadap berbagai jenis part sepeda motor baik OEM maupun aftermarket.

Part yang beredar di pasaran memiliki banyak jenis dan brand yang berbeda-beda. Namun, tingginya permintaan part sepeda motor membuat banyak pihak yang memanfaatkan nama dari sebuah brand aftermarket untuk menjual part imitasi. 

Di marketplace, part imitasi dijual dengan harga yang jauh lebih murah dibanding produk aslinya. Komponen seperti cakram, shock breaker, dan master rem adalah part yang paling sering dipalsukan karena harga part aftermarket aslinya yang memiliki harga yang mahal. 

Part imitasi biasanya dibuat sangat mirip dengan brand part aftermarket, namun dengan kualitas yang jauh berbeda. Namun, produksi part imitasi tersebut tidak memiliki standar kualitas dan part yang dijual ke pasaran tidak melalui proses uji kelayakan seperti produk buatan pabrikan.

Penggunaan part imitasi, terutama pada bagian vital kendaraan sangat beresiko. Hal ini disebabkan kekuatan dari part aftermarket yang tidak dapat dijamin. Sehingga meningkatkan resiko kecelakaan dikarenakan part yang digunakan riskan untuk rusak atau gagal berfungsi. 

Hal ini seringkali terjadi, apalagi jika part imitasi tersebut digunakan pada bagian yang bergerak cepat pada kendaraan. Misalnya piringan cakram atau shockbreaker kendaraan, bagian tersebut rawan mengalami kerusakan jika menggunakan part imitasi.

Penggunaan part imitasi pada bagian pengereman adalah yang paling fatal. Hal ini disebabkan part imitasi yang biasanya terbuat dari material yang lemah akan mudah mengalami kerusakan. Jika terjadi kerusakan secara tiba-tiba di kecepatan tinggi, hal ini dapat membahayakan keselematan pengendara dan pengguna jalan lainnya. 

Penggunaan shockbreaker imitasi juga tidak kalah berbahayanya. Kendaraan dapat menjadi sulit dikendalikan jika terjadi kondisi darurat, Hal ini dapat berakibat fatal. 

Maraknya penggunaan part imitasi di sepeda motor umumnya dipengaruhi oleh faktor gaya hidup dan tekanan sosial di media sosial. Modifikasi kendaraan kerap dianggap sebagai bentuk ekspresi diri dan identitas. Namun, banyak pengendara yang lebih mengutamakan gengsi dan tampilan kendaraan dibanding keamanan diri sendiri dan orang lain. 

Pengendara diimbau untuk selalu membeli part yang sesuai dengan peruntukan kendaraannya dan part yang digunakan adalah part yang asli. Pengendara harus teliti dalam memeriksa kode produksi, sertifikasi part yang dibeli, dan toko atau marketplace yang menjual part tersebut. 

Kesadaran akan pentingnya keselamatan berkendara menjadi kunci utama dalam menyikapi tren modifikasi kendaraan. Modifikasi bukan hal yang dilarang selama masih memperhatikan standar keamanan dan regulasi yang berlaku. 

Penggunaan part original atau aftermarket yang teruji kualitasnya menjadi salah satu langkah untuk meningkatkan keselamatan berkendara. 

Pemilihan part kendaraan harus diprioritaskan, karena harga part yang lebih murah tidak menjamin bahwa hal tersebut lebih menguntungkan. Dalam keselamatan di jalan, Kualitas dan standar keamanan harus selalu menjadi prioritas utama. (*)

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: