Terlalu Lama Tidur: Manfaat Sekali, Risiko Sebaliknya Menanti
ilustrasi-foto:Ist-
RADARTVNEWS.COM – Tidur adalah kebutuhan vital manusia, namun seperti kata pepatah serba berlebihan itu tak baik. Studi ilmiah kini mengungkap bahwa Tidur terlalu lama, atau oversleeping, berpotensi membahayakan kesehatan baik fisik maupun mental.
Berapa Sebenarnya “Terlalu Banyak”?
Panduan umum untuk orang dewasa sehat adalah tidur selama 7–9 jam per malam. Namun, kecenderungan untuk tidur lebih dari 9–10 jam secara rutin disebut sebagai oversleeping dan bisa menjadi indikator gangguan kesehatan atau kebiasaan yang perlu dievaluasi.
Risiko Kesehatan Fisik Terungkap
Penelitian meta-analisis dari jutaan orang menunjukkan hubungan signifikan antara durasi tidur panjang dan berbagai risiko kesehatan, seperti kematian dini (RR ≈ 1,39), diabetes tipe 2 (RR ≈ 1,26), penyakit kardiovaskular (RR ≈ 1,25), stroke (RR ≈ 1,46), dan obesitas (RR ≈ 1,08).
Lebih lanjut, studi lanjutan menunjukkan bahwa wanita yang tidur selama 9–11 jam memiliki risiko penyakit jantung koroner 38% lebih tinggi dibanding yang tidur sekitar 8 jam. Sementara itu, durasi tidur panjang juga dikaitkan dengan hipertrofi ventrikel kiri dan disfungsi diastolik, serta tingkat peradangan tubuh yang tinggi penanda risiko gagal jantung dan stroke.
Dampak Berat: Stroke
Sebuah studi longitudinal terhadap hampir 10.000 orang (usia 42–81 tahun) menunjukkan bahwa tidur lebih dari 8 jam per hari dikaitkan dengan peningkatan risiko stroke sebesar 46%.
Mental dan Kognisi Terpengaruh
Data dari studi Framingham menunjukkan bahwa individu yang tidur lebih lama dari batas rekomendasi umumnya menampilkan performa buruk pada kemampuan memori, pemecahan masalah, dan eksekutif terutama pada mereka dengan gejala depresi.
BACA JUGA:Tidur yang Terhambat, Memahami Insomnia dan Cara Mengatasinya
Oversleeping kerap juga berhubungan dengan kondisi seperti depresi, kualitas tidur yang buruk, rasa lelah, serta kecenderungan untuk menghindari aktivitas harian.
Imunitas Melemah dan Peradangan
Tidur terlalu banyak dapat mengganggu sistem imun, menurunkan fungsi sel pertahanan tubuh, serta meningkatkan tingkat inflamasi lebih rentan terhadap infeksi dan penyakit kronis.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
