Projo Dukung Pemerintahan Prabowo Gibran, Logo Siluet Jokowi Akan Diganti
-ANTARA Foto-
JAKARTA, RADARTVNEWS.COM – Organisasi relawan Projo secara resmi menyatakan dukungan terhadap pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. Ketua Umum Projo Budi Arie Setiadi menegaskan, seluruh anggota siap membantu menjalankan program-program kerakyatan pemerintah baru.
Pernyataan itu disampaikan Budi usai dirinya kembali terpilih sebagai ketua umum untuk periode 2025 sampai 2030 dalam Kongres III Projo yang digelar pada 1 hingga 2 November di Jakarta. Ia mengatakan, semangat Projo kini diarahkan untuk mendukung keberlanjutan pembangunan nasional.
“Kita sama-sama menggerakkan, mendukung, memperkuat agar program-program kerakyatan Bapak Presiden Prabowo bisa betul-betul terasa manfaatnya bagi rakyat,” ujar Budi dalam sambutannya di Jakarta Pusat. Ia menambahkan, Projo akan tetap menjadi organisasi relawan yang aktif menjaga nilai-nilai kerakyatan.
Menurut Budi, setelah sepuluh tahun masa pemerintahan Presiden Joko Widodo berakhir, Indonesia memasuki fase baru di bawah kepemimpinan Prabowo Subianto. Karena itu, Projo perlu menyesuaikan arah perjuangan dan bertransformasi menghadapi tantangan politik, ekonomi, dan sosial yang semakin kompleks.
“Pemerintahan Pak Prabowo Gibran harus kita kawal karena ini pemerintahan lanjutan. Pada Pilpres 2024 yang menang adalah keberlanjutan. Rakyat ingin pembangunan tetap berlanjut,” ucapnya. Ia menilai dukungan terhadap pemerintah baru merupakan bentuk tanggung jawab Projo terhadap bangsa.
BACA JUGA:Trump Puji Prabowo di KTT ASEAN, Sebut Indonesia Berperan Penting bagi Perdamaian Timur Tengah
Dalam kongres tersebut, salah satu keputusan penting adalah resolusi untuk memperkuat dukungan terhadap pemerintahan Presiden Prabowo. Budi menyebut, salah satu langkah konkret yang akan dilakukan yakni transformasi organisasi agar lebih relevan dengan arah kebijakan nasional.
Salah satu bentuk transformasi tersebut adalah mengganti logo Projo yang selama ini menampilkan siluet wajah Joko Widodo. Menurut Budi, perubahan itu dilakukan sebagai simbol pembaruan arah organisasi dan penegasan bahwa Projo bukan organisasi yang memuja figur tertentu.
“Logo Projo akan kita ubah supaya tidak terkesan kultus individu,” jelasnya. Ia menambahkan, keputusan akhir mengenai perubahan logo akan dibahas dan ditetapkan dalam forum kongres yang berlangsung hingga Minggu malam.
Meski logo akan diganti, Budi memastikan nama Projo tidak berubah. Ia juga menegaskan bahwa Projo bukan singkatan dari pro Jokowi seperti yang sering disebut publik. Menurutnya, nama Projo memiliki makna lebih luas yang menggambarkan semangat cinta terhadap rakyat dan negara.
“Memang enggak ada singkatan. Cuma teman-teman media kan, ya, Projo kepanjangannya pro Jokowi, itu karena gampang dilafalkan saja,” ujarnya. Ia menjelaskan, kata Projo berasal dari bahasa Sanskerta dan Jawa Kawi yang berarti negeri dan rakyat.
BACA JUGA:Atasi Kekurangan Dokter, Prabowo Akan Kirim Mahasiswa Kedokteran Belajar ke Selandia Baru
Budi juga menyampaikan bahwa Presiden Jokowi telah menyetujui rencana perubahan tersebut. Ia mengatakan, Jokowi mendukung langkah Projo untuk beradaptasi dengan situasi politik baru dan terus menjaga semangat persatuan nasional.
“Jokowi sepakat. Kita harus mentransformasikan Projo karena tugas Projo sudah mengawal pemerintahan Pak Jokowi dua periode, dan sekarang menghadapi tantangan baru,” katanya. Ia menegaskan, perubahan ini bukan tanda perpisahan, melainkan bentuk tanggung jawab terhadap keberlanjutan pembangunan.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
