Belanja Online Berlebihan, Dampak Gaya Hidup Digital

Belanja Online Berlebihan, Dampak Gaya Hidup Digital

ilustrasi Belanja Online Berlebihan-pinterest-

RADARTVNEWS.COM – Perkembangan teknologi digital telah mengubah banyak aspek kehidupan, termasuk cara masyarakat berbelanja. Kini, cukup dengan satu sentuhan di layar ponsel, berbagai kebutuhan bisa dibeli dan dikirim langsung ke rumah. Kemudahan ini membuat belanja online semakin digemari, khususnya oleh kalangan anak muda.

Beragam promo seperti diskon besar, cashback, hingga gratis ongkir menjadi daya tarik utama. Tak sedikit orang yang akhirnya membeli barang bukan karena kebutuhan, melainkan karena tergoda harga murah atau sekadar mengikuti tren yang sedang viral di media sosial.

Fenomena fear of missing out (fomo) juga memperkuat kebiasaan ini. Banyak pengguna merasa perlu ikut membeli produk tertentu agar tidak dianggap ketinggalan zaman. Media sosial yang dipenuhi konten unboxing, rekomendasi barang, hingga iklan personal membuat keinginan berbelanja semakin sulit dikendalikan.

Kebiasaan belanja online secara berlebihan berdampak langsung pada kondisi keuangan. Pengeluaran yang tidak terkontrol membuat sebagian orang kesulitan menabung, bahkan terjerat utang. Tagihan yang menumpuk sering menimbulkan stres, cemas, dan rasa bersalah setelah berbelanja.

BACA JUGA:Fenomena Kalap Belanja Semakin Sering Terjadi di Masyarakat

BACA JUGA:Ini Dia, Langkah Cerdas Biar Belanja Lebih Hemat dengan ShopeeVIP

Tak hanya itu, dari sisi psikologis, belanja impulsif kerap dijadikan pelarian dari rasa bosan, lelah, atau tekanan emosional. Sayangnya, kepuasan yang didapat hanya bersifat sementara dan sering diikuti rasa menyesal.

Jika terus dibiarkan, pola konsumtif ini dapat menjadi kebiasaan yang merugikan dalam jangka panjang. Oleh karena itu, penting bagi masyarakat untuk mulai lebih bijak dalam berbelanja. Membuat anggaran, menunda pembelian yang tidak mendesak, serta membatasi penggunaan aplikasi belanja bisa menjadi langkah awal yang efektif.

Gaya hidup digital seharusnya memberi kemudahan, bukan menambah beban. Dengan kesadaran dan pengendalian diri, belanja online tetap dapat dinikmati secara sehat dan bertanggung jawab.

 

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: