Kekayaan Budaya Lampung dalam Setiap Helai Benang: Mengenal Kain Tapis, Sulam Usus, dan Celugam
kain tapis-Foto : Pinterest-
RADARTVNEWS.COM - Tak sekadar lembaran kain, setiap helai benang pada kain khas Lampung menyimpan makna, sejarah, dan identitas masyarakatnya. ada tiga jenis kain khas Lampung yang paling terkenal dan memiliki keunikan tersendiri, yaitu kain tapis, kain sulam usus, dan kain celugam.
Tapis: Perpaduan Kemewahan dan Nilai Filosofis
Kain tapis adalah kain tenun tradisional yang paling ikonik dari Lampung. Kain ini dibuat dengan bahan dasar benang kapas yang ditenun, lalu dihiasi dengan sulaman benang emas atau perak. Proses pembuatannya sangat rumit dan membutuhkan ketelitian tinggi, tak heran jika harganya terbilang mahal dan dianggap sebagai simbol status sosial bagi pemakainya di masa lalu.
Motif pada kain tapis sangat beragam, terinspirasi dari alam dan kepercayaan yang berkembang di masyarakat Lampung. Motif-motif seperti flora, fauna, dan bentuk geometris memiliki makna filosofis yang mendalam. Penggunaan kain tapis pun berbeda-beda sesuai dengan tingkatan adat dan upacara yang dihadiri. Ada tapis yang digunakan oleh pengantin, tapis untuk upacara pengambilan gelar adat, hingga tapis yang dipakai oleh kaum bangsawan. Keunikan ini menjadikan kain tapis lebih dari sekadar pakaian, melainkan sebuah media untuk menyampaikan pesan budaya dan martabat.
Sulam Usus: Keunikan Rangkaian yang Penuh Keterampilan
Nama "sulam usus" mungkin terdengar unik, tetapi maknanya merujuk pada bentuk sulamannya yang menyerupai usus ayam. Kain ini dibuat dengan teknik sulaman yang khas, di mana potongan-potongan kain satin dijahit dan dirangkai secara manual dengan tangan, kemudian ditempelkan pada kain dasar. Pada awalnya, sulam usus hanya digunakan sebagai penutup dada atau bagian dari pakaian adat pengantin wanita, serta hiasan rumah seperti taplak meja dan sarung bantal.
Seiring perkembangannya, sulam usus mulai dikreasikan menjadi berbagai produk fesyen modern, seperti gaun, kemeja, dan aksesoris. Proses pembuatannya yang masih tradisional dan memakan waktu lama menunjukkan keterampilan dan kesabaran para pengrajinnya. Sulam usus telah ditetapkan sebagai Warisan Budaya Tak Benda oleh pemerintah, membuktikan nilai historis dan keunikannya yang tak ternilai.
BACA JUGA:Mengenal Lampung: Kekayaan Budaya yang Terpancar dari Baju Adat yang Mendunia
Celugam: Kain Unik dengan Teknik Sambung (Patchwork)
Dari Lampung Barat, kita mengenal kain celugam. Kain ini memiliki ciri khas yang berbeda dari kain tapis dan sulam usus. Celugam dibuat dengan teknik patchwork atau penyambungan kain. Potongan-potongan kain berbentuk segitiga dengan kombinasi warna yang kontras seperti merah, oranye, hitam, dan putih dijahit menjadi satu hingga membentuk motif-motif yang unik.
Motif celugam umumnya terinspirasi dari bentuk-bentuk alam dan budaya, seperti puttut manggus (bagian bawah buah manggis) dan _kekeri_s (keris). Seperti kain tradisional lainnya, celugam juga memiliki fungsi penting dalam upacara adat, terutama bagi masyarakat Sai Batin di Lampung Barat. Kain ini dulunya dipakai sebagai bawahan dan hiasan alas kasur untuk tokoh adat. Kini, celugam juga telah dikembangkan menjadi berbagai produk yang lebih modern, seperti tas dan busana sehari-hari.
Kain-kain khas Lampung ini bukan hanya sekadar produk kerajinan tangan, tetapi juga cerminan dari kekayaan budaya, nilai-nilai luhur, dan kreativitas masyarakat Lampung yang terus dilestarikan secara turun-temurun. Mengunjungi Lampung berarti juga menyaksikan langsung keindahan dan keunikan warisan budaya yang terjalin dalam setiap helai kainnya.
BACA JUGA:Mengenal Lampung: Dari Siger Emas hingga Pesta Sekura yang Penuh Makna
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
