Minuman Zero Sugar Bukan Berarti Bebas Risiko, Ini Penjelasan Menkes
Ilustrasi muniman zero sugar--Pinterest
RADARTVNEWS.COM – Tren minuman zero sugar atau tanpa gula semakin diminati masyarakat. Banyak yang menganggapnya sebagai pilihan lebih sehat untuk mengurangi asupan gula harian. Namun, di balik klaim tersebut, ada fakta yang perlu dipahami lebih dalam.
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengungkap bahwa minuman zero sugar dapat memberikan efek yang “menipu” tubuh. Hal ini diungkapkan melalui konten reels di akun Instagram pribadinya, @bgsadikin, dalam program Budi Gemar Sharing (#BGS), Senin (27/4/2026).
Dalam penjelasannya, Menkes Budi menyebut bahwa meski tidak mengandung gula, minuman zero sugar tetap memiliki rasa manis karena menggunakan pemanis buatan. Rasa manis ini ternyata tetap memicu respons alami tubuh.
Tubuh manusia secara biologis akan bereaksi ketika merasakan manis. Salah satunya dengan mempersiapkan pelepasan hormon insulin untuk mengolah gula.
Namun, ketika yang masuk adalah pemanis buatan tanpa kalori, tubuh tidak mendapatkan energi seperti yang “diharapkan”.
Kondisi ini dapat menyebabkan ketidaksesuaian antara sinyal yang diterima tubuh dan asupan yang sebenarnya masuk. Dalam jangka panjang, hal ini berpotensi memengaruhi sistem metabolisme.
"Lidah merasa manis, otak siap menerima gula. Tapi gulanya tidak masuk, akhirnya muncul craving atau keinginan makan gula terus," ujarnya.
Akibatnya, sistem metabolisme bisa mengalami kebingungan. Kondisi ini yang kemudian disebut sebagai efek “menipu” tubuh.
Dalam jangka panjang, kondisi ini justru bisa membuat seseorang mengonsumsi lebih banyak kalori dari makanan lain. Hal tersebut tentu berlawanan dengan tujuan awal banyak orang yang memilih minuman zero sugar, yaitu untuk mengontrol berat badan.
Label zero sugar sering kali dianggap identik dengan sehat. Padahal, pemanis buatan tetap memiliki batas konsumsi yang dianjurkan. Jika dikonsumsi secara berlebihan, ada potensi dampak terhadap kesehatan, termasuk gangguan metabolisme dan perubahan pola makan.
Karena itu, masyarakat diimbau untuk tidak hanya terpaku pada label “tanpa gula”. Memahami kandungan produk secara keseluruhan menjadi langkah penting sebelum mengonsumsinya secara rutin.
Sebagai alternatif, air putih tetap menjadi pilihan terbaik untuk memenuhi kebutuhan cairan tubuh. Selain itu, pola makan seimbang dan gaya hidup juga berperan penting dalam menjaga kesehatan.
Mengurangi gula memang langkah yang baik. Namun, menggantinya dengan konsumsi berlebihan minuman zero sugar bukanlah solusi yang ideal. Minuman zero sugar bisa menjadi opsi untuk mengurangi asupan gula, tetapi bukan berarti sepenuhnya bebas risiko.
Dengan demikian, penting bagi masyarakat untuk lebih bijak dalam memilih konsumsi sehari-hari. Tidak hanya melihat klaim pada label, tetapi juga memahami dampaknya bagi kesehatan tubuh dalam jangka panjang. (*)
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: