Mengapa Arab Saudi Tidak Liburkan Maulid Nabi Muhammad SAW?

Rabu 26-08-2026,02:28 WIB
Reporter : MG - RIKO ARDIYAN
Editor : Jefri Ardi

RADARTVNEWS.COM RIYADH – Banyak masyarakat Indonesia mungkin bertanya-tanya mengapa Arab Saudi, negara yang menjadi tempat lahir dan berkembangnya Islam, tidak menetapkan Maulid Nabi Muhammad SAW sebagai hari libur nasional.

Salah satu alasannya berkaitan dengan pandangan keagamaan yang selama ini berpengaruh dalam kebijakan resmi kerajaan. Sejumlah ulama yang menjadi rujukan dalam tradisi keagamaan Saudi berpandangan bahwa perayaan Maulid Nabi tidak dicontohkan secara langsung oleh Nabi Muhammad SAW maupun para sahabat.

Pandangan tersebut menyebut perayaan Maulid sebagai praktik keagamaan yang tidak termasuk dalam ajaran dan tradisi yang dicontohkan pada masa Nabi. Pandangan serupa juga tercantum dalam publikasi keagamaan resmi Saudi yang menolak perayaan ulang tahun Nabi sebagai bagian dari ibadah.

BACA JUGA:Jelang Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW, Berikut Sejarah Maulid dan Hukum Memperingatnya Dalam ketentuan hari libur resmi, pemerintah Arab Saudi mengakui libur Idulfitri, Iduladha, Hari Nasional, serta Hari Pendirian Saudi. Maulid Nabi tidak tercantum sebagai hari libur resmi, sehingga aktivitas kerja dan pendidikan pada umumnya tetap berjalan.

Meski demikian, praktik dan pandangan masyarakat Muslim terhadap Maulid Nabi tidak selalu seragam. Perayaan Maulid memiliki tradisi yang berbeda-beda di berbagai negara dan komunitas Islam. Karena itu, tidak adanya hari libur nasional di Arab Saudi tidak dapat disimpulkan sebagai gambaran tunggal mengenai seluruh cara masyarakat Muslim di negara tersebut mengekspresikan kecintaan kepada Nabi Muhammad SAW.

Kategori :