Antrean Haji Berhasil Dipangkas, Pemerintah Targetkan Masa Tunggu Maksimal 26 Tahun
Keterangan Pers Pimpinan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI bersama jajaran Kementerian Haji dan Umrah di Hambalang-Cahyo-BPMI Setpres
RADARTVNEWS.COM - Pemerintah terus berupaya meningkatkan kualitas penyelenggaraan ibadah haji bagi jemaah Indonesia. Salah satu capaian yang menjadi perhatian adalah keberhasilan menekan masa tunggu atau antrean haji yang sebelumnya mencapai puluhan tahun menjadi sekitar 26 tahun.
Perkembangan tersebut menjadi salah satu pembahasan dalam pertemuan antara Presiden Prabowo Subianto, pimpinan DPR RI, dan jajaran Kementerian Haji dan Umrah di Hambalang, Bogor, pada Rabu (17/6/2026). Pertemuan tersebut membahas berbagai evaluasi dan langkah perbaikan layanan haji ke depan.
Menurut DPR RI, Presiden Prabowo memberikan perhatian besar terhadap persoalan panjangnya antrean haji yang selama ini menjadi keluhan masyarakat. Pemerintah bahkan mendorong berbagai skema agar masa tunggu keberangkatan dapat dipersingkat lagi pada tahun-tahun mendatang.
Selain persoalan antrean, pemerintah juga mengklaim berhasil melakukan efisiensi dalam penyelenggaraan ibadah haji. Langkah tersebut berdampak pada penurunan biaya haji sehingga beban yang ditanggung jemaah dapat lebih ringan dibandingkan sebelumnya.
Perbaikan layanan juga dirasakan langsung oleh jemaah Indonesia selama berada di Arab Saudi. Tahun ini, ribuan jemaah reguler dilaporkan mendapatkan akomodasi yang lebih baik, termasuk hotel yang berada di kawasan dekat Masjid Nabawi di Madinah.
Banyak jemaah mengaku terkejut dengan peningkatan fasilitas yang mereka terima. Lokasi penginapan yang lebih dekat dengan tempat ibadah dinilai membantu jemaah, terutama lansia, dalam menjalankan rangkaian ibadah dengan lebih nyaman.
BACA JUGA: Kenapa Musim Haji di Indonesia Punya Suasana yang Berbeda?
Tidak hanya akomodasi, kualitas konsumsi juga menjadi fokus pembenahan. Pemerintah disebut berhasil meningkatkan variasi menu makanan yang disesuaikan dengan cita rasa masyarakat Indonesia sehingga kebutuhan jemaah selama di Tanah Suci dapat terpenuhi dengan lebih baik.
Di sisi lain, sistem pengawasan keberangkatan jemaah juga semakin diperketat. Penerapan sistem imigrasi yang lebih terintegrasi dinilai mampu mengurangi potensi keberangkatan jemaah nonprosedural sekaligus meningkatkan keamanan penyelenggaraan haji.
Meski berbagai capaian berhasil diraih pada musim haji tahun ini, pemerintah dan DPR menegaskan bahwa evaluasi tetap akan dilakukan. Tantangan global, termasuk kondisi geopolitik di kawasan Timur Tengah, menjadi salah satu faktor yang perlu diantisipasi agar penyelenggaraan haji pada tahun-tahun berikutnya dapat berjalan lebih baik.
Pemerintah berharap berbagai perbaikan yang telah dilakukan dapat menjadi fondasi untuk meningkatkan kualitas pelayanan haji Indonesia. Dengan masa tunggu yang semakin singkat dan layanan yang terus membaik, masyarakat diharapkan dapat menjalankan ibadah haji dengan lebih aman, nyaman, dan khusyuk.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
