RADARTVNEWS.COM – Sejumlah kawasan di Kota Palembang, Sumatera Selatan, diselimuti kabut asap pada Minggu (23/8/2026) pagi. Lapisan asap tampak menyelimuti langit kota sehingga membuat jarak pandang berkurang dan kondisi udara terasa lebih keruh dibandingkan hari-hari sebelumnya.
Fenomena ini diduga merupakan dampak dari kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang masih terjadi di sejumlah wilayah Sumatera Selatan. Asap yang dihasilkan dari kebakaran tersebut terbawa angin hingga menyebar ke kawasan perkotaan, sehingga memengaruhi kualitas udara yang dihirup masyarakat. Berdasarkan pemantauan pemerintah daerah, Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) di Palembang sempat menyentuh angka sekitar 195. Nilai tersebut menunjukkan kualitas udara berada pada kategori tidak sehat, yang berpotensi menimbulkan gangguan kesehatan apabila masyarakat terpapar dalam waktu cukup lama. Kelompok yang paling rentan terdampak antara lain anak-anak, lansia, ibu hamil, serta penderita penyakit pernapasan seperti asma. Paparan asap dalam kondisi kualitas udara yang buruk juga dapat memicu keluhan seperti batuk, iritasi mata, sesak napas, hingga tenggorokan terasa kering. Selain berdampak pada kesehatan, kabut asap juga mengurangi jarak pandang di sejumlah ruas jalan. Kondisi ini membuat pengendara diminta meningkatkan kewaspadaan, terutama saat melintas pada pagi hari ketika kabut masih cukup pekat. Sementara itu, upaya pemadaman kebakaran hutan dan lahan masih terus dilakukan oleh tim gabungan bersama Manggala Agni di sejumlah titik api. Petugas berupaya mengendalikan kebakaran agar tidak semakin meluas dan menghasilkan asap yang lebih banyak. Pemerintah juga terus memantau perkembangan titik panas serta kondisi cuaca yang dapat memengaruhi penyebaran asap. Arah angin dan munculnya titik api baru menjadi faktor yang menentukan perubahan kualitas udara di wilayah Palembang dan sekitarnya. Masyarakat diimbau untuk mengurangi aktivitas di luar ruangan apabila tidak memiliki keperluan mendesak. Penggunaan masker saat beraktivitas di luar rumah juga disarankan, terutama bagi kelompok rentan, guna mengurangi paparan partikel berbahaya di udara. Kesimpulan Kabut asap yang menyelimuti Palembang menjadi pengingat bahwa dampak kebakaran hutan dan lahan tidak hanya mengancam lingkungan, tetapi juga kesehatan masyarakat. Dengan kualitas udara yang sempat berada pada kategori tidak sehat, warga diharapkan lebih waspada, membatasi aktivitas di luar ruangan, serta mengikuti perkembangan informasi resmi hingga kondisi udara kembali membaik.Kabut Asap Selimuti Palembang, ISPU Sentuh Kategori Tidak Sehat
Senin 24-08-2026,11:03 WIB
Reporter : MG - Muthia Afifah
Editor : Jefri Ardi
Kategori :
Terkait
Senin 24-08-2026,23:16 WIB
Malaysia dan Brunei Sepakat Bawa Masalah Kabut Asap Akibat Karhutla ke ASEAN
Senin 24-08-2026,20:56 WIB
Kemarau 2026 Diprediksi Lebih Panjang dan Kering, Ini Kata BMKG
Senin 24-08-2026,18:12 WIB
Pemerintah Perkuat Penanganan Karhutla, 5.000 ASN Dikerahkan
Senin 24-08-2026,17:57 WIB
Prabowo Turun Langsung Tangani Karhutla di Sumatra, Pastikan Api Padam dan Tak Berulang
Terpopuler
Senin 24-08-2026,13:18 WIB
Anak Laki-Laki 9 Tahun Dimasukkan ke Ruang Operasi Usai Diserang Pit Bull di Arjasari Bandung
Senin 24-08-2026,12:59 WIB
Jelang Aksi 27 Agustus, Warga Pati Sudah Bertahan di Senayan Desak RUU Perampasan Aset
Senin 24-08-2026,21:50 WIB
Lima Rekomendasi Merek Parfum Lokal Indonesia yang Fenomenal
Senin 24-08-2026,11:03 WIB
Kabut Asap Selimuti Palembang, ISPU Sentuh Kategori Tidak Sehat
Terkini
Senin 24-08-2026,23:51 WIB
Cegah Osteoporosis Sejak Dini, Perwatusi Lampung Dorong Masyarakat Hidup Aktif dan Sehat
Senin 24-08-2026,23:26 WIB
Kenali Manfaat Mentimun bagi Kesehatan, Antioksidan Hingga Penjaga Gula Darah!
Senin 24-08-2026,23:16 WIB
Malaysia dan Brunei Sepakat Bawa Masalah Kabut Asap Akibat Karhutla ke ASEAN
Senin 24-08-2026,21:50 WIB
Lima Rekomendasi Merek Parfum Lokal Indonesia yang Fenomenal
Senin 24-08-2026,21:47 WIB