Kemarau 2026 Diprediksi Lebih Panjang dan Kering, Ini Kata BMKG
BMKG memprediksi musim kemarau 2026 lebih panjang dan kering. Simak perkiraan puncak kemarau serta potensi dampaknya di Indonesia.--
RADARTVNEWS.COM - Musim kemarau 2026 masih berlangsung di sejumlah wilayah Indonesia.
Kondisi cuaca yang cenderung panas dan minim hujan pun masih dirasakan masyarakat di beberapa daerah.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat, berdasarkan analisis Dasarian I Agustus 2026, sebanyak 535 Zona Musim (ZOM) atau 76,5 persen wilayah Indonesia telah memasuki musim kemarau.
Kondisi tersebut sejalan dengan perkembangan El Nino yang telah mencapai intensitas sangat kuat serta Indian Ocean Dipole (IOD) yang berada dalam fase positif.
Menurut BMKG, kombinasi kedua fenomena tersebut dapat menyebabkan berkurangnya pasokan uap air menuju wilayah Indonesia.
Kondisi ini kemudian berpengaruh terhadap pembentukan awan hujan, sehingga curah hujan di sejumlah wilayah cenderung lebih rendah.
BACA JUGA:Kemarau Panjang Picu Karhutla, Asap Kian Tebal Selimuti Kalimantan
BACA JUGA:El Niño Kuat Ancam Indonesia, BMKG Ingatkan Risiko Kekeringan dan Gangguan Pangan pada 2026
Akibatnya, musim kemarau pada 2026 masih dirasakan di berbagai daerah dengan kondisi cuaca yang relatif kering.
Sejalan dengan kondisi tersebut, pada Dasarian III Agustus 2026, sekitar 86,62 persen wilayah Indonesia diprediksi mengalami curah hujan kategori rendah, yakni 0-50 milimeter per dasarian.
Sementara itu, sekitar 13,38 persen wilayah Indonesia diperkirakan masih mengalami curah hujan dalam kategori menengah, yakni berkisar 50–150 milimeter per dasarian.
Direktur Operasional Modifikasi Cuaca BMKG, Budi Harsoyo, menyampaikan bahwa BMKG telah memperbarui informasi mengenai prediksi musim kemarau 2026.
Berdasarkan pemutakhiran tersebut, sebagian besar wilayah Indonesia diperkirakan mengalami puncak musim kemarau pada periode Juli hingga September 2026.
Pada Juli, puncak musim kemarau diprediksi terjadi di 83 Zona Musim (ZOM) atau sekitar 12,26 persen dari luas daratan Indonesia.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: kompas.com