RADARTVNEWS.COM – Pernah merasa sulit mengatakan "tidak" meski sedang lelah? Atau sering mengutamakan kebahagiaan orang lain hingga mengorbankan kebutuhan diri sendiri? Jika terjadi sesekali, hal tersebut mungkin merupakan bentuk kepedulian. Namun, jika menjadi kebiasaan yang terus berulang, kondisi tersebut dapat mengarah pada perilaku yang dikenal sebagai people-pleasing.
People-pleasing merupakan kecenderungan seseorang untuk terus berusaha menyenangkan orang lain, bahkan ketika harus mengabaikan perasaan, kebutuhan, atau batasan dirinya sendiri. Meski bukan termasuk gangguan kesehatan mental, para psikolog menyebut perilaku ini dapat berdampak pada kesejahteraan psikologis apabila berlangsung dalam jangka panjang. Menurut American Psychological Association (APA), kebiasaan selalu berusaha memenuhi harapan orang lain dapat membuat seseorang lebih rentan mengalami stres, kelelahan emosional (emotional exhaustion), hingga kesulitan menetapkan batasan (boundaries) dalam hubungan sosial maupun pekerjaan. Perilaku people-pleasing sering kali dipengaruhi oleh berbagai faktor, seperti pola asuh, pengalaman masa kecil, keinginan untuk diterima dalam lingkungan sosial, atau rasa takut terhadap penolakan dan konflik. Akibatnya, seseorang cenderung mengatakan "iya" meski sebenarnya ingin menolak karena khawatir mengecewakan orang lain. Sebuah penelitian yang dipublikasikan dalam Frontiers in Psychology menunjukkan bahwa kemampuan menetapkan batasan yang sehat dan bersikap asertif berhubungan dengan tingkat kesejahteraan psikologis yang lebih baik. Sebaliknya, kesulitan mengekspresikan kebutuhan diri sendiri dapat meningkatkan tekanan emosional dan memengaruhi kualitas hidup. BACA JUGA:Jangan Salah Paham, Self-Talk Positif Justru Bermanfaat bagi Kesehatan Mental People-pleasing juga berbeda dengan sikap ramah atau suka menolong. Membantu orang lain merupakan perilaku positif apabila dilakukan secara sukarela dan tidak merugikan diri sendiri. Sebaliknya, people-pleasing muncul ketika seseorang merasa "harus" menyenangkan orang lain demi mendapatkan penerimaan atau menghindari rasa bersalah. Para ahli menyarankan agar seseorang mulai belajar mengenali batas kemampuan diri, berani mengatakan "tidak" ketika diperlukan, serta memahami bahwa menjaga kesehatan mental sama pentingnya dengan membantu orang lain. Melatih komunikasi yang asertif juga dapat membantu menyampaikan pendapat tanpa harus bersikap kasar atau menyakiti orang lain. Kesimpulan People-pleasing bukan merupakan gangguan kesehatan mental, melainkan pola perilaku yang membuat seseorang cenderung mengutamakan kebutuhan orang lain dibandingkan dirinya sendiri. Jika dilakukan terus-menerus, kebiasaan ini dapat memicu stres, kelelahan emosional, dan kesulitan menetapkan batasan. Karena itu, belajar bersikap asertif dan menjaga keseimbangan antara membantu orang lain serta memenuhi kebutuhan diri sendiri menjadi langkah penting untuk menjaga kesehatan mental.Mengenal People Pleasing dan Dampaknya bagi Kesehatan Mental
Jumat 07-08-2026,13:50 WIB
Reporter : MG - Muthia Afifah
Editor : Jefri Ardi
Kategori :
Terkait
Kamis 17-09-2026,19:00 WIB
Viral Curhatan Wanita Soal "Keuntungan" Dirawat di RSJ, Warganet Malah Penasaran Ingin Coba
Rabu 16-09-2026,18:45 WIB
Dopamin Bisa Didapat dari Mana Saja, Ini Aktivitas Sederhana yang Membantu
Senin 14-09-2026,14:54 WIB
Rahasia Panjang Umur 105 Tahun, Dr. Shigeaki Hinohara Soroti Imun yang Seimbang
Rabu 09-09-2026,10:34 WIB
5 Cara Tetap Santai di Tengah Hari yang Super Hectic, Nomor 3 Sering Diabaikan
Rabu 09-09-2026,10:23 WIB
Jangan Diabaikan, Ini Sinyal dari Tubuh Saat Dirimu Sebenarnya Tidak Baik-Baik Saja
Terpopuler
Rabu 23-09-2026,23:21 WIB
Kejagung Periksa Mantan Bupati Way Kanan, Kasus Perkebunan Tebu Seret Sitaan Rp1 Triliun
Rabu 23-09-2026,22:59 WIB
'CKG Gratis' Merasa Sehat Belum Tentu Sehat, Ini Temuan Kemenkes
Rabu 23-09-2026,23:18 WIB
BRIN Ajak Anak Muda Ber-IQ Tinggi Pelajari Nuklir dan Wujudkan Mimpi Tinggal di Luar Angkasa
Rabu 23-09-2026,18:29 WIB
Fenomena Baru di Dekat Anak Krakatau, Daratan Seluas 30,3 Hektare Muncul
Rabu 23-09-2026,18:14 WIB
Kandidat Gubernur di Peru Tewas Ditembak Saat Kampanye
Terkini
Kamis 24-09-2026,14:57 WIB
TPS Plosojenar Terbakar, Kebakaran diduga dipicu Oleh Pembakaran Slamper Tebu
Kamis 24-09-2026,14:40 WIB
Perubahan APBD Lampung 2026 Disepakati, Pendapatan Daerah Naik Rp20,77 Miliar
Kamis 24-09-2026,13:05 WIB
Nobar Bareng Difabel, Wagub Jihan Beri Ruang Bagi Anak Penyandang Disabilitas
Kamis 24-09-2026,03:37 WIB