Hal ini timbul akibat pengolahan, pengemasan, hingga penyimpanan yang tidak higienis.
Seperti yang kita ketahui, bahwa makanan yang di jual di pinggir jalan biasanya cenderung mudah terkena polusi lingkunan. tidak jarang juga pedagangan sendiri tidak memperhatikan kebersihan wadah pembuatan dan tidak mencuci tangan saat menjual makanan
2. Masalah gigi
Jajan sembarangan juga dapat mengakibatkan permasalahan pada gigi kita seperti karies (tooth decay).
Karies adalah kondisi gigi berlubang yang terjadi akibat adanya plak yang menempel dan perlahan-lahan merusak lapisan gigi. Menurut WHO, salah satu penyebab karies adalah asupan makanan mengandung tinggi gula secara terus-menerus tanpa disertai perawatan gigi yang tepat.
3. Demam tifoid
Selain diare, Demam tifoid atau tipes bisa juga terjadi akibat kita mengkonsumsi jajanan sembarangan.
Demam ini diakibatkan oleh bakteri Salmonella yang mencemari makanan atau minnuman kita. Selain itu bakteri ini dapat ditularkan oleh seseorang yang terinfeksi melalui urine atau feses.
Proses pengolahan yang tidak higienis hingga makanan sampai ke kita dapat menjadi perantara masuknya bakteri ini ke dalam tubuh kita. gejala yang ditimbulkan dari infeksi ini adalah demam yang meningkat setiap hari, pusing, lemas, sakit perut , hingga nafsu makan menurun.
4. Keracunan makanan
jajan sembarangan dapat beresiko mengandung bahan Kimia yang berbahaya. Mengutip dari situs Kementrian Kesehatan RI, makanan yang disajikan oleh PKL umumnya tidak dipersiapkan secara baik dan bersih.
bahkan banyak pedagang yang memasukan bahan berbahaya seperti boraks, formalin, pengawet, hingga pewarna yang dilarang. Sebagai contoh, Rhodamin B yang digunakan untuk memberikan warna cerah mencolok pada maknan. Bahan pewarna tekstil ini mengandung senyawa klorin yang bersifat toksik yang dapat menyebabkan kita keracunan.
Dari berbagai gejala resiko tersebut kita seharusnya membatasi asupannya untuk mencegah dampak buruk bagi Kesehatan kita.
Kasus keracunan makanan jalanan masih kerap terjadi di Indonesia. Konsumen diimbau selalu menerapkan prinsip “lihat, cium, dan tanya” sebelum membeli. Tetap nikmati kuliner lokal, tapi dengan bijak demi kesehatan keluarga.