Belajar Inggris Bertahun-tahun, Kenapa Speaking Masih Sulit?
Ilustrasi Papan Tulis-Magnific-
RADARTVNEWS.COM - Bahasa Inggris sudah dipelajari sejak bangku sekolah. Sebagian orang bahkan mengikuti kursus, menghafal kosakata, hingga memahami berbagai aturan grammar. Namun, saat harus berbicara, tidak sedikit yang justru kehilangan percaya diri atau mendadak lupa apa yang ingin diucapkan.
Fenomena ini ternyata cukup umum. Menurut berbagai penelitian dalam bidang pembelajaran bahasa, kemampuan memahami bahasa dan kemampuan menggunakannya untuk berbicara merupakan dua keterampilan yang berbeda.
Karena itu, seseorang dapat memperoleh nilai bahasa Inggris yang tinggi, tetapi masih mengalami kesulitan ketika harus berkomunikasi secara langsung.
Lantas, apa yang sebenarnya membuat kemampuan speaking sulit berkembang?
1. Terlalu banyak belajar, terlalu sedikit berbicara
Banyak orang menghabiskan waktu untuk membaca buku, menghafal kosakata, atau mengerjakan latihan soal. Semua itu memang penting, tetapi sebagian besar merupakan aktivitas yang melatih kemampuan memahami bahasa atau input.
Sementara itu, kemampuan speaking termasuk keterampilan output. Artinya, otak perlu dilatih untuk mengeluarkan bahasa, bukan hanya menyerapnya. Jika jarang berbicara, kemampuan tersebut tidak akan berkembang meski sudah bertahun-tahun belajar.
BACA JUGA:Belajar Bahasa Inggris dengan Mudah Menggunakan Aplikasi Duolingo
2. Kosakata yang dimiliki hanya "pasif"
Pernah merasa paham arti sebuah kata saat membacanya, tetapi tidak bisa menggunakannya ketika berbicara?
Dalam pembelajaran bahasa, kondisi ini dikenal sebagai passive vocabulary. Artinya, seseorang mengenali banyak kosakata, tetapi belum terbiasa menggunakannya secara aktif dalam percakapan.
Sebaliknya, orang yang lancar berbicara biasanya memiliki active vocabulary, yaitu kumpulan kata yang bisa langsung digunakan tanpa perlu berpikir terlalu lama.
Karena itu, memahami banyak kosakata belum tentu membuat seseorang lebih lancar berbicara jika kata-kata tersebut tidak pernah dipakai dalam komunikasi sehari-hari.
3. Terlalu takut membuat kesalahan
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: