Dalam kondisi panik, Wahyudi mengaku tubuhnya mendadak sulit digerakkan dan suaranya tak mampu keluar.
“Pas jaraknya sekitar sepuluh meter, tiba-tiba ada kilatan cahaya seperti petir, lalu sosok pocong itu hilang begitu saja,” ujarnya.
Setelah kejadian tersebut, Wahyudi memilih masuk ke dalam gedung dan beristirahat sambil berdoa.
Kisah-kisah misteri di Gedung DPRD Lampung Timur ini pun masih menjadi perbincangan di kalangan pegawai maupun masyarakat sekitar. Meski belum dapat dibuktikan secara ilmiah, cerita tersebut terus hidup dari mulut ke mulut dan menambah kesan angker pada gedung yang telah berdiri puluhan tahun itu. (*)