Sama-Sama Pakai Sepatu Seharian, Kenapa Bau Kaki Tiap Orang Berbeda?
Ilustrasi Kaki-Pinterest-
RADARTVNEWS.COM - Pernah merasa heran kenapa ada orang yang memakai sepatu seharian tetapi kakinya tetap tidak bau, sementara sebagian lainnya baru beberapa jam saja sudah menimbulkan aroma tidak sedap?
Tidak sedikit orang bahkan merasa minder karena masalah ini. Ada yang tetap percaya diri melepas sepatu di mana saja, sementara yang lain mulai panik ketika harus membuka sepatu di tempat umum karena takut bau kaki tercium orang sekitar.
Meski sering dianggap soal kebersihan, bau kaki ternyata bukan hanya dipengaruhi rajin atau tidaknya seseorang mencuci kaki.
Salah satu penyebab utamanya adalah produksi keringat. Sebagian orang memang memiliki kelenjar keringat yang lebih aktif sehingga kaki lebih mudah lembap saat memakai sepatu tertutup terlalu lama.
Kondisi lembap tersebut menjadi tempat favorit bakteri berkembang. Saat bakteri memecah keringat pada kulit kaki, muncullah aroma tidak sedap yang dikenal sebagai bau kaki.
Namun menariknya, tidak semua orang memiliki jenis bakteri kulit yang sama. Sebagian orang memang secara alami memiliki bakteri kulit yang menghasilkan bau lebih sedikit dibanding orang lain. Karena itu, ada orang yang tetap berkeringat tetapi kakinya tidak terlalu bau.
BACA JUGA:Mulut Bau Tidak Selalu Karena Jarang Sikat Gigi, Kebiasaan Ini Juga Bisa Jadi Penyebab
Selain itu, jenis sepatu dan kaus kaki juga ikut berpengaruh. Sepatu yang terlalu tertutup dan minim sirkulasi udara membuat kaki lebih lembap sehingga bakteri lebih mudah berkembang dan menyebabkan bau lebih kuat.
Pola makan, hormon, stres, hingga kondisi tubuh tertentu juga dapat memengaruhi aroma tubuh seseorang, termasuk pada area kaki. Itulah sebabnya tingkat bau kaki setiap orang bisa berbeda-beda.
Meski umum terjadi, banyak orang masih menganggap bau kaki sebagai tanda seseorang jorok. Padahal dalam banyak kasus, kondisi ini juga dipengaruhi faktor alami tubuh yang berbeda pada setiap orang.
Untuk membantu mengurangi bau kaki, menjaga kaki tetap kering menjadi langkah penting. Mengganti kaus kaki setiap hari, menjemur sepatu setelah dipakai, serta tidak menggunakan sepatu yang sama terus-menerus dapat membantu mengurangi kelembapan yang memicu pertumbuhan bakteri.
Jadi, bau kaki bukan semata soal bersih atau tidak. Tubuh setiap orang memang memiliki kondisi kulit, produksi keringat, dan bakteri yang berbeda-beda sehingga aroma kaki pun bisa berbeda pada tiap orang. (*)
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: