Digital Detox: Benar Butuh atau Cuma Tren?

Jumat 08-05-2026,14:00 WIB
Reporter : MG Tiara Anjelita Fernanda
Editor : Reki. M

RADARTVNEWS.COM - Belakangan ini istilah digital detox makin sering muncul di media sosial. Banyak orang mulai pamer momen kabur dari internet, uninstall aplikasi, sampai sengaja menghilang dari Instagram atau TikTok selama beberapa hari. Ada juga yang memilih liburan tanpa gadget, mematikan notifikasi, bahkan pakai ponsel jadul supaya gak terus-terusan scrolling.

Tren ini sering dianggap sebagai cara untuk menyelamatkan diri dari dunia digital yang makin melelahkan. Tapi pertanyaannya, apakah digital detox benar-benar kebutuhan, atau cuma tren internet yang lagi populer?

Kalau dipikir-pikir, hampir semua aktivitas sekarang berhubungan dengan layar. Bangun tidur cek notifikasi, kerja depan laptop, istirahat buka TikTok, malam sebelum tidur masih scrolling video random. Tanpa sadar, otak kita hampir gak pernah benar-benar berhenti menerima informasi.

Media sosial juga bikin banyak orang merasa harus terus update. Takut ketinggalan berita, tren, meme, atau kehidupan orang lain. Istilahnya sekarang sering disebut FOMO (Fear of Missing Out). Akibatnya, orang jadi sulit lepas dari ponsel walau sebenarnya sudah lelah sendiri.

Karena itu, banyak orang mulai sadar kalau hubungan mereka dengan gadget mungkin sudah terlalu berlebihan dan berusaha untuk digital detox.

Digital detox adalah usaha mengurangi penggunaan perangkat digital untuk sementara waktu. Bentuknya bisa macam-macam. Ada yang hanya membatasi media sosial, ada yang mematikan notifikasi, ada juga yang benar-benar offline beberapa hari.

Tujuannya biasanya untuk memberi istirahat pada pikiran. Banyak orang merasa setelah terlalu lama online, mereka jadi gampang cemas, sulit fokus, cepat lelah, bahkan susah tidur.

Makanya digital detox sering dianggap seperti tombol reset untuk otak.

Media sosial kadang bikin orang tanpa sadar terus membandingkan hidupnya dengan orang lain. Lihat orang liburan, sukses, punya barang baru, atau terlihat bahagia terus bisa memicu rasa minder dan overthinking.

Ada juga yang merasa sulit fokus karena otaknya terbiasa menerima hiburan cepat. Video pendek, notifikasi, dan scrolling tanpa henti bikin perhatian jadi gampang terpecah. Bahkan beberapa orang mulai merasa bosan kalau tidak memegang HP beberapa menit saja.

Hal-hal seperti ini yang akhirnya membuat konsep digital detox terasa masuk akal.

Kalau dipikir-pikir, mungkin yang dibutuhkan banyak orang bukan benar-benar menghilang dari internet, melainkan hubungan yang lebih sehat dengan teknologi.

Misalnya:

  • Mengurangi waktu scrolling sebelum tidur
  • Tidak langsung cek HP setelah bangun
  • Mematikan notifikasi yang tidak penting
  • Membatasi screen time media sosial
  • Punya waktu tanpa gadget saat makan atau kumpul keluarga

Hal-hal kecil seperti itu kadang jauh lebih realistis dibanding memaksakan diri offline total.

Karena jujur saja, teknologi juga punya banyak manfaat. Internet bisa jadi tempat belajar, kerja, hiburan, bahkan mencari komunitas dan teman baru. Masalahnya bukan selalu ada di gadget-nya, tapi bagaimana kita menggunakannya.

Kategori :