Takut Ketinggalan? Fenomena Fomo Makin Nempel di Media Sosial
ilustrasi-foto: pinterest-
RADARTVNEWS.COM – Baru beberapa menit scroll media sosial, tren demi tren seolah terus bermunculan tanpa henti. Mulai dari challege viral, tempat nongkrong hits, outfit kekinian, sampai produk yang tiba-tiba ramai dibicarakan.
Dibalik ramainya tren tersebut, ada satu fenomena yang diam-diam ikut tumbuh, yaitu Fomo atau fear of missing out.
Fomo muncul ketika seseorang merasa harus ikut tren karena takut dianggap ketinggalan atau kurang update. Unggahan teman, selebgram, hingga konten viral sering kali memicu dorongan untuk ikut-ikutan, meski sebenarnya tidak terlalu dibutuhkan. Media sosial akhirnya menjadi ruang pembanding, tempat banyak orang merasa perlu untuk tampil dan ikut arus.
Di kalangan Generasi Z, FOMO cukup berpengaruh dalam kehidupan sehari-hari. Tak sedikit yang rela mengeluarkan uang lebih, mengubah gaya hidup, bahkan memaksakan diri demi mengikuti apa yang sedang ramai di linimasa. Padahal, tren yang viral di media sosial belum tentu sesuai dengan kondisi, minat, dan kebutuhan setiap individu.
Dampak FOMO pun tidak berhenti pada gaya hidup semata. Fenomena ini juga menyentuh kesehatan mental. Rasa cemas, kurang percaya diri, hingga overthinking kerap muncul saat melihat kehidupan orang lain yang tampak selalu seru dan sempurna. Kenyataannya, apa yang ditampilkan di media sosial sering kali hanyalah potongan terbaik dari kehidupan seseorang, bukan gambaran utuh yang sebenarnya.
BACA JUGA:FOMO vs FOBO: Mana yang Lebih Berbahaya untuk Kesehatan Mental?
Meski demikian, mengikuti tren bukanlah hal yang sepenuhnya keliru. Media sosial tetap bisa menjadi ruang hiburan, inspirasi, dan sarana berekspresi, selama digunakan secara sadar. Kuncinya terletak pada kemampuan menentukan batas, memilah konten yang dikonsumsi, serta tidak menjadikan standar media sosial sebagai tolok ukur kebahagiaan pribadi.
Fenomena FOMO menjadi pengingat penting bagi generasi muda untuk lebih bijak dalam berselancar di dunia digital. Update boleh, ikut tren sah-sah saja, namun tetap menempatkan diri sendiri dan realitas dunia nyata sebagai prioritas utama. Sebab, tidak semua yang viral harus diikuti, dan tidak semua yang tertinggal berarti kehilangan.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: