BACA JUGA: Gaji Cuma “Numpang Lewat”: Saat Harga Barang Lari Lebih Cepat dari Pendapatan
Jika ditinjau dari perspektif kebijakan publik, WFH satu hari tampaknya lebih tepat diposisikan sebagai langkah pelengkap, bukan solusi utama.
Untuk mencapai penghematan energi yang signifikan, diperlukan pendekatan yang lebih struktural. Misalnya, penguatan transportasi publik, reformasi subsidi energi, hingga percepatan elektrifikasi.
Di sisi lain, pemerintah memang berada dalam tekanan untuk menjaga stabilitas fiskal. Kenaikan harga minyak global memaksa negara mencari cara cepat untuk menekan pengeluaran.
Dalam konteks ini, WFH bisa dipahami sebagai respons jangka pendek yang relatif mudah diterapkan.
Namun, efektivitas kebijakan tidak hanya diukur dari kemudahan implementasi, tetapi juga dari dampak nyata yang dihasilkan. Tanpa perubahan perilaku yang konsisten dan dukungan kebijakan lain yang lebih komprehensif, WFH berisiko menjadi kebijakan simbolik semata.
Pada akhirnya, evaluasi terhadap WFH satu hari perlu dilakukan secara berkala.
Apakah benar terjadi penghematan signifikan? Apakah produktivitas tetap terjaga? Dan yang tidak kalah penting, apakah kebijakan ini memberikan manfaat yang merata bagi seluruh lapisan masyarakat. (*)