RADARTVNEWS.COM - Tren capsule wardrobe kembali populer pada 2025–2026 sebagai solusi gaya berpakaian yang lebih praktis, hemat, dan tetap stylish. Konsep ini pertama kali diperkenalkan oleh Susie Faux pada tahun 1970-an dan kemudian dipopulerkan kembali oleh desainer Donna Karan lewat koleksi “Seven Easy Pieces”. Capsule wardrobe mengajarkan seseorang memiliki jumlah pakaian terbatas namun mudah dipadukan satu sama lain. Biasanya terdiri dari 25 hingga 40 item utama seperti atasan, bawahan, jaket, dan sepatu dengan warna netral. Metode ini membantu menghemat waktu saat memilih pakaian sekaligus mengurangi kebiasaan belanja berlebihan. Di era gaya hidup minimalis yang semakin populer, capsule wardrobe menjadi pilihan banyak orang yang ingin tampil rapi, sederhana, dan tetap fashionable tanpa harus memiliki lemari pakaian yang penuh setiap saat.
Di era media sosial yang serba cepat, gaya berpakaian sering kali dipengaruhi tren yang datang dan pergi. Banyak orang membeli pakaian baru hanya karena mengikuti tren sesaat, namun akhirnya pakaian tersebut jarang digunakan. Akibatnya, lemari menjadi penuh tetapi tetap muncul keluhan klasik: “Gak ada baju buat dipakai.”
Fenomena ini mendorong kembali populernya konsep capsule wardrobe, yaitu cara menyusun lemari pakaian dengan jumlah item terbatas namun dapat dipadukan dalam banyak kombinasi.
Konsep ini pertama kali dikenalkan oleh Susie Faux, pemilik butik di London pada tahun 1970-an. Ia menyarankan agar seseorang memiliki beberapa pakaian inti yang tidak lekang oleh waktu. Ide tersebut kemudian semakin dikenal luas setelah desainer terkenal Donna Karan memperkenalkan koleksi “Seven Easy Pieces” yang memungkinkan berbagai kombinasi outfit dari beberapa item dasar saja.
Mengapa Capsule Wardrobe Kembali Populer
Pada tahun 2025 hingga 2026, tren capsule wardrobe kembali meningkat karena beberapa faktor utama. Salah satunya adalah meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap dampak industri fashion terhadap lingkungan. Industri fashion diketahui menjadi salah satu penyumbang limbah tekstil terbesar di dunia.
Selain itu, generasi muda terutama Gen Z mulai tertarik pada gaya hidup minimalis. Mereka lebih memilih memiliki pakaian yang benar-benar dipakai daripada menumpuk banyak pakaian yang hanya digunakan sekali atau dua kali.
Capsule wardrobe juga dinilai lebih efisien. Dengan lemari yang lebih sederhana, seseorang tidak perlu menghabiskan banyak waktu hanya untuk menentukan pakaian setiap pagi.
Cara Membangun Capsule Wardrobe
Bagi yang ingin mencoba konsep ini, ada beberapa langkah sederhana yang bisa dilakukan.
1. Keluarkan semua isi lemari
Langkah pertama adalah mengeluarkan seluruh pakaian dari lemari. Dari situ seseorang bisa melihat mana pakaian yang sering dipakai dan mana yang jarang digunakan.
2. Pilih pakaian yang benar-benar nyaman
Pakaian yang sering digunakan biasanya memiliki model sederhana, nyaman dipakai, dan mudah dipadukan.
3. Gunakan warna dasar