Antisipasi Microsleep saat Mudik Lebaran 2026, Pengelola Tol Bakauheni–Terbanggi Besar Gelar Operasi Dini Hari

Antisipasi Microsleep saat Mudik Lebaran 2026, Pengelola Tol Bakauheni–Terbanggi Besar Gelar Operasi Dini Hari

ilustrasi mudik malam hari-IST-

LAMPUNG, RADARTVNEWS.COM - Menjelang arus mudik Lebaran 2026, pengelola Tol Bakauheni–Terbanggi Besar melakukan langkah preventif untuk menekan risiko kecelakaan akibat pengemudi mengantuk atau microsleep.

PT Bakauheni Terbanggi Besar Toll (BTB) bersama PT Hakaaston (HKA) menggelar Operasi Antisipasi Mengantuk (Microsleep) di Rest Area KM 116B pada Sabtu (14/3/2026) dini hari, mulai pukul 01.00 hingga 04.00 WIB.

Kegiatan yang berlangsung di salah satu titik istirahat strategis ruas Tol Bakauheni–Terbanggi Besar tersebut menyasar para pengemudi yang melintas maupun yang berhenti di rest area. Petugas melakukan self-assessment kondisi fisik pengemudi serta pemeriksaan kendaraan untuk memastikan perjalanan dapat dilanjutkan dengan aman.

Langkah ini dilakukan karena periode dini hari dikenal sebagai waktu yang rawan terjadinya microsleep, terutama bagi pemudik yang menempuh perjalanan jarak jauh.

Direktur Utama PT Bakauheni Terbanggi Besar Toll, I Wayan Mandia, menegaskan bahwa keselamatan pengguna jalan menjadi prioritas utama, terlebih saat mobilitas kendaraan meningkat menjelang mudik.

“Keselamatan pengguna jalan merupakan prioritas utama kami. Melalui Operasi Microsleep ini, kami ingin mengingatkan para pengemudi agar selalu memperhatikan kondisi fisik selama perjalanan, terutama pada waktu dini hari yang sangat rentan terhadap rasa kantuk,” ujarnya.

Ia juga mengimbau pengguna jalan untuk tidak memaksakan diri berkendara jika mulai merasa lelah.

BACA JUGA:Mudik Anti-Drama! Ini 5 Tips Jitu Menjaga Mood Anak Tetap Happy Selama Perjalanan Jauh

“Kami mengajak pengguna jalan untuk memanfaatkan rest area yang tersedia apabila merasa mengantuk atau kelelahan,” tambahnya.

Data pengelola tol menunjukkan adanya peningkatan arus kendaraan sejak 11 hingga 13 Maret 2026. Tercatat sebanyak 111.481 kendaraan melintasi ruas Tol Bakauheni–Terbanggi Besar, atau meningkat 37 persen dibandingkan lalu lintas normal.


--

Selain pemeriksaan, petugas juga memberikan sosialisasi mengenai bahaya microsleep, yaitu kondisi tertidur sesaat tanpa disadari akibat kelelahan saat berkendara. Kondisi ini sangat berbahaya karena dapat menyebabkan hilangnya kendali kendaraan dalam hitungan detik.

Salah satu pengguna jalan, Rudi Hartono, yang sedang melakukan perjalanan dari Bandar Lampung menuju Palembang, mengapresiasi kegiatan tersebut. Menurutnya, kehadiran petugas memberikan rasa aman bagi para pengendara yang menempuh perjalanan jauh di malam hari.

Dalam kegiatan tersebut, pengelola tol juga membagikan extra fooding dan merchandise berupa kopi, minyak angin, tolak angin, serta makanan ringan kepada para pengemudi untuk membantu menjaga kebugaran selama perjalanan.

BACA JUGA:Dilema Mudik: Cara Menyeimbangkan Pikiran yang Sudah di Kampung dengan Raga yang Masih di Kantor

Tidak hanya itu, petugas juga memasang scotlight atau stiker reflektif pada bagian belakang kendaraan truk dan pick up yang belum dilengkapi perangkat reflektif. Pemasangan ini bertujuan meningkatkan visibilitas kendaraan pada malam hari dan mengurangi potensi kecelakaan, terutama pada kendaraan angkutan barang.

Melalui kegiatan ini, pengelola tol berharap kesadaran pengemudi untuk menjaga kondisi fisik selama berkendara semakin meningkat. Pemudik juga diingatkan untuk memanfaatkan fasilitas rest area agar perjalanan mudik Lebaran 2026 dapat berlangsung aman, lancar, dan selamat sampai tujuan.

Sekilas Tol Bakauheni–Terbanggi Besar

Tol Bakauheni–Terbanggi Besar dikelola oleh Indonesia Investment Authority (INA) melalui Badan Usaha Jalan Tol PT Bakauheni Terbanggi Besar Toll yang bekerja sama dengan PT Hakaaston sebagai penyedia layanan operasional.

Ruas tol sepanjang 140 kilometer ini menghubungkan tiga kabupaten di Provinsi Lampung, yakni Lampung Selatan, Pesawaran, dan Lampung Tengah, serta menjadi salah satu jalur utama mobilitas masyarakat di Pulau Sumatra. (*)

 

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: