5. Kekurangan Nutrisi (Malnutrisi Mikro)
Meskipun mengenyangkan, mie instan miskin akan serat, protein, vitamin, dan mineral alami.
Hasilnya: Orang yang terlalu sering makan mie instan cenderung mengalami kekurangan mikronutrisi penting. Pada anak-anak atau remaja di Lampung, hal ini bisa menghambat pertumbuhan dan menurunkan daya konsentrasi saat belajar karena otak kekurangan asupan nutrisi berkualitas.
BACA JUGA:Pentingnya Tidak Melewatkan Sahur Saat Menjalankan Ibadah Puasa
Tips Sehat Makan Mie ala Sobat Radar
Boleh makan, asal tahu caranya:
Kurangi Bumbu: Gunakan hanya setengah dari bumbu kemasan untuk mengurangi asupan natrium.
Tambah Protein dan Serat: Wajib tambahkan telur, sawi, brokoli, atau potongan ayam asli agar nilai gizinya meningkat.
Jangan Tiap Hari: Jadikan mie instan sebagai "makanan darurat" saja, maksimal 1-2 kali dalam seminggu.
Buang Air Rebusan Pertama: Untuk mie rebus, mengganti air rebusan pertama bisa membantu mengurangi sisa zat kimia dari proses penggorengan mie di pabrik.
Sayangi tubuh Anda, karena kesehatan adalah modal utama untuk mencari rezeki di Bumi Ruwa Jurai! (*)