Sisi Gelap di Balik Gurihnya Mi Instan

Sisi Gelap di Balik Gurihnya Mi Instan

ilustrasi mie instan-foto:pinterest-

RADARTVNEWS.COM-Siapa yang bisa menolak aroma mi instan saat hujan atau di akhir bulan? Memang praktis dan murah, tapi kalau sudah jadi "makanan wajib" setiap hari, tubuh kita sebenarnya sedang berteriak minta tolong. Di balik kelezatan bumbunya, ada beberapa risiko kesehatan yang tidak bisa dianggap remeh.

1. Jebakan Garam yang Tersembunyi

Masalah utama mi instan ada pada bumbunya. Dalam satu bungkus kecil, kandungan natriumnya bisa mencapai 1.500 mg. Coba bayangkan, batas aman konsumsi garam kita sehari cuma sekitar 2.000 mg. Jadi, kalau sekali makan mi Anda sudah menghabiskan jatah hampir seharian, jangan kaget jika tekanan darah perlahan naik. Inilah yang memicu risiko hipertensi dan gangguan jantung di usia muda.

2. Perut yang Kerja Rodi

Tahukah Anda kalau mi instan itu sangat sulit diurai oleh lambung? Karena proses produksinya melalui penggorengan suhu tinggi, struktur mi menjadi sangat kompleks. Akibatnya, sistem pencernaan harus bekerja berkali-kali lipat lebih keras. Zat pengawet seperti TBHQ pun jadi mengendap lebih lama di dalam perut karena proses cerna yang melambat ini.

3. Ancaman Sindrom Metabolik

Sering makan mi (lebih dari dua kali seminggu) bukan cuma soal kenyang saja. Riset membuktikan bahwa kebiasaan ini meningkatkan risiko sindrom metabolik. Ini adalah kondisi di mana kadar gula darah naik, perut membuncit karena lemak, dan kolesterol jahat menumpuk. Jika dibiarkan, jalannya menuju diabetes tipe 2 akan terbuka lebar.

4. Kenyang, Tapi "Lapar" Nutrisi

Mi instan itu ibarat "kalori kosong". Anda merasa kenyang karena asupan karbohidrat dan lemaknya yang tinggi, tapi tubuh Anda sebenarnya sedang kekurangan protein, serat, dan vitamin. Jika pola makan ini diteruskan, daya tahan tubuh akan merosot karena sel-sel kita tidak mendapat "bahan bakar" nutrisi yang berkualitas.

BACA JUGA:Air Rebusan Mie, Boleh atau Tidak Dikonsumsi? Ini Penjelasannya

5. Sensitivitas terhadap MSG dan Pengawet

Bagi sebagian orang, kandungan MSG yang tinggi dalam bumbu mi bisa memicu pusing atau mual. Belum lagi tambahan bahan kimia lainnya yang digunakan agar mi bisa awet berbulan-bulan di rak toko. Mengonsumsi zat kimia ini secara terus-menerus tentu bukan investasi yang baik untuk organ dalam kita.

Cara "Main Aman" Saat Ingin Makan Mi:

Sebenarnya boleh saja makan mi, asalkan tahu triknya. Jangan cuma makan mi polos; tambahkan sayuran hijau dan telur sebagai sumber nutrisi. Selain itu, buang air rebusan pertamanya dan kurangi pemakaian bumbunya. Setidaknya, cara ini bisa sedikit meringankan beban tubuh Anda.(*)

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: