Multitasking Terlihat Produktif, Tapi Benarkah Efektif?
Multitasking-Pinterest-
RADARTVNEWS.COM – Di zaman sekarang, multitasking sering banget dianggap sebagai skill penting. Bisa ngerjain banyak hal dalam satu waktu kelihatan keren, apalagi kalau bisa sambil buka banyak tab, bales chat, dengerin sesuatu, dan tetap kerja. Sekilas, ini terlihat seperti bentuk produktivitas yang tinggi.
Tapi kalau dilihat lebih dalam, multitasking belum tentu seefektif yang dibayangkan.
Masalah utamanya ada di cara kerja otak. Sebenarnya, otak kita nggak benar-benar melakukan banyak hal sekaligus. Yang terjadi justru “loncat-loncat” fokus dari satu hal ke hal lain dengan cepat. Misalnya, lagi ngerjain tugas, tiba-tiba cek HP, lalu balik lagi ke tugas, terus ke notifikasi lagi. Kelihatannya sibuk, tapi fokusnya terpecah.
Akibatnya, pekerjaan yang harusnya bisa selesai lebih cepat malah jadi lebih lama. Selain itu, kualitas hasilnya juga bisa menurun karena perhatian kita nggak benar-benar penuh di satu hal.
Multitasking juga sering bikin kita mudah capek. Bukan capek fisik, tapi capek pikiran. Karena otak terus dipaksa berpindah fokus, energi mental jadi lebih cepat habis. Nggak heran kalau di akhir hari rasanya lelah, padahal merasa “nggak ngapa-ngapain banget”.
Di sisi lain, multitasking sering bikin kita merasa produktif padahal sebenarnya cuma sibuk. Ini yang sering nggak disadari. Banyak hal dikerjakan, tapi nggak ada yang benar-benar selesai dengan maksimal.
Contoh paling simpel, belajar sambil buka media sosial. Secara teknis, dua-duanya jalan. Tapi kenyataannya, materi yang dipelajari jadi nggak masuk sepenuhnya karena perhatian terbagi. Hal yang sama juga terjadi saat kerja atau ngerjain tugas.
BACA JUGA: Kenapa Kita Sering Kehilangan Fokus Saat Belajar?
Bukan berarti multitasking itu salah. Ada kondisi tertentu di mana melakukan dua hal sekaligus masih oke, apalagi kalau salah satunya sifatnya ringan. Tapi kalau dua-duanya butuh fokus tinggi, biasanya hasilnya jadi kurang optimal.
Makanya, banyak orang sekarang mulai beralih ke cara kerja yang lebih fokus, ngerjain satu hal sampai selesai, baru pindah ke hal lain. Kedengarannya lebih lama, tapi justru sering lebih efektif.
Intinya, multitasking memang terlihat produktif, tapi belum tentu efisien. Kadang, fokus ke satu hal justru jadi cara terbaik buat menyelesaikan pekerjaan dengan lebih cepat dan hasil yang lebih bagus.
Di tengah tuntutan serba cepat, mungkin bukan soal bisa ngerjain banyak hal sekaligus, tapi bagaimana kita bisa benar-benar fokus di satu hal yang sedang dikerjakan.(*)
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: