Bahaya Minum Kopi Saat Perut Kosong, Waspada 'Bom' Asam Lambung

Sabtu 07-03-2026,12:16 WIB
Reporter : MG Cindy Ayu Esrima Dewi
Editor : Jefri Ardi

RADARTVNEWS.COM – Bagi sebagian besar warga Bandar Lampung, memulai hari tanpa secangkir kopi hitam rasanya seperti mesin yang belum dipanaskan. Aroma kopi Lampung yang khas memang selalu menggoda, terutama di pagi hari sebelum berangkat kerja atau kuliah. Namun, kebiasaan meneguk kopi saat perut masih benar-benar kosong—alias belum terisi makanan sama sekali—ternyata menyimpan risiko kesehatan yang tidak bisa disepelekan.

Kopi mengandung kafein dan senyawa asam yang tinggi. Jika dikonsumsi tanpa "alas" makanan, kopi bisa menjadi pemicu berbagai masalah kesehatan berikut ini:

1. Lonjakan Asam Lambung yang Drastis

Kopi merangsang produksi hormon gastrin yang memicu lambung melepaskan asam klorida (HCl). Dalam kondisi perut kosong, asam ini tidak memiliki makanan untuk diproses.

Akibatnya: Asam lambung yang berlebih akan mengiritasi lapisan dinding lambung, menyebabkan rasa perih (maag), mual, hingga gejala GERD (Gastroesophageal Reflux Disease) di mana asam lambung naik kembali ke kerongkongan.

2. Mengacaukan Hormon Kortisol

Pagi hari adalah waktu di mana tubuh secara alami memproduksi hormon kortisol (hormon stres) pada level tertinggi untuk membuat kita terjaga.

Masalahnya: Kafein yang masuk saat kadar kortisol sedang tinggi dapat mengganggu ritme alami tubuh. Akibatnya, tubuh justru akan merasa lebih cepat lelah di siang hari dan menciptakan ketergantungan kafein yang lebih parah agar tetap bisa fokus.

BACA JUGA:Ngopi Ala Gen Z, Coffee Shop Bukan Hanya Tempat Minum Kopi

3. Gangguan Penyerapan Nutrisi

Minum kopi terlalu pagi tanpa makan terlebih dahulu dapat mempercepat proses pengosongan lambung.

Risiko: Makanan yang Anda makan setelah ngopi mungkin tidak akan terserap nutrisinya secara maksimal oleh usus. Selain itu, kafein dapat menghambat penyerapan kalsium dan zat besi yang sangat dibutuhkan oleh tubuh untuk beraktivitas seharian di cuaca Lampung yang terik.

4. Memicu Rasa Cemas dan Jantung Berdebar (Jitters)

Tanpa adanya karbohidrat atau protein yang memperlambat penyerapan kafein, zat tersebut akan langsung masuk ke aliran darah dengan sangat cepat.

Dampaknya: Hal ini sering kali memicu jitters atau kondisi di mana tangan gemetar, jantung berdebar kencang, dan muncul rasa cemas berlebihan. Bagi Anda yang memiliki riwayat gangguan kecemasan, kebiasaan ini bisa memperburuk kondisi mental Anda sepanjang hari.

Kategori :