6. Libatkan anak dalam kegiatan positif
Olahraga, organisasi sekolah, atau kegiatan sosial dapat mengalihkan energi mereka ke hal yang lebih bermanfaat.
7. Bekerja sama dengan sekolah dan masyarakat
Pengawasan terhadap remaja tidak bisa hanya dilakukan oleh keluarga saja.
Fenomena ini menjadi peringatan keras bagi semua pihak. Masa remaja adalah masa mencari jati diri, namun tanpa bimbingan yang tepat, langkah mereka bisa tersesat jauh.
Pernikahan seharusnya lahir dari kesiapan dan tanggung jawab, bukan karena terpaksa menutup kesalahan masa muda.
Jika pengawasan keluarga, sekolah, dan lingkungan tidak diperkuat, bukan tidak mungkin semakin banyak mimpi anak-anak yang harus berhenti sebelum waktunya. (*)
BACA JUGA:Angka Pernikahan di Indonesia Turun Drastis, Ini Alasannya