RADARTVNEWS.COM - Ginjal merupakan organ vital yang berperan menyaring limbah dan racun dari darah. Sayangnya, banyak orang yang tidak menyadari bahwa kebiasaan sehari-harinya justru merusak fungsi ginjal secara perlahan. Tanpa disadari, rutinitas yang tampak sepele bisa menjadi bom waktu bagi kesehatan organ ini. Padahal, kerusakan ginjal sering kali baru terdeteksi ketika sudah memasuki stadium lanjut. Oleh karena itu, mengenali kebiasaan buruk sangat penting untuk tindakan pencegahan dini.
Ini 7 kebiasaan yang masih sering kita lakukan atau kita abaikan:
Kebiasaan pertama yang paling umum atau yang paling sering kita lupakan adalah kurangnya minum air putih. Kurangnya minum air putih membuat tubuh menjadi dehidrasi ringan.
Dehidrasi ringan yang terjadi terus-menerus membuat ginjal bekerja ekstra keras menyaring darah. Akibatnya, limbah dan toksin menumpuk dan berpotensi membentuk batu ginjal. Padahal, kebutuhan cairan setiap orang berbeda tergantung aktivitas dan berat badan. Idealnya, orang dewasa membutuhkan sekitar 2 liter air atau setara delapan gelas setiap hari. Air membantu melarutkan mineral dan garam agar tidak mengkristal di ginjal.
Kebiasaan kedua, konsumsi obat pereda nyeri secara berlebihan. Obat golongan antiinflamasi nonsteroid seperti ibuprofen sering dikonsumsi tanpa resep dokter. Jika dikonsumsi jangka panjang, obat ini dapat mengurangi aliran darah ke ginjal. Akibatnya, jaringan ginjal mengalami peradangan dan penurunan fungsi secara bertahap. Biasakan berkonsultasi dengan tenaga medis sebelum mengonsumsi obat apa pun secara rutin.
Kebiasaan ketiga, gaya hidup yang modern juga turut menyumbang peningkatan risiko penyakit ginjal. Konsumsi makanan olahan dan cepat saji mengandung garam serta fosfor tinggi. Kandungan ini membebani ginjal karena harus bekerja lebih keras menyaring kelebihan mineral. Begitu pula dengan minuman manis kemasan dan soda yang memicu diabetes serta hipertensi. Kedua penyakit tersebut merupakan penyebab utama gagal ginjal di Indonesia.
Kebiasaan keempat, menahan buang air kecil yang sering diabaikan banyak orang. Kesibukan atau malas ke toilet membuat urine tertahan di kandung kemih terlalu lama. Kondisi ini memicu pertumbuhan bakteri yang dapat naik hingga ke ginjal. Infeksi saluran kemih yang tidak ditangani dengan baik berisiko merusak jaringan ginjal. Luangkan waktu untuk ke toilet setiap kali terasa ingin buang air kecil.
Kebiasaan kelima, pola makan tinggi protein hewani tanpa diimbangi sayur juga perlu diwaspadai. Metabolisme protein menghasilkan limbah nitrogen yang harus disaring ginjal. Konsumsi protein berlebihan memaksa ginjal bekerja ekstra keras setiap hari. Seimbangkan asupan protein dengan karbohidrat kompleks serta sayuran hijau. Dengan mengenali dan mengubah kebiasaan buruk ini, Anda telah mengambil langkah penting menjaga kesehatan ginjal jangka panjang.