RADARTVNEWS.COM – Generasi Z, kelompok usia lahir antara 1997–2012 yang kini menjadi tulang punggung produktivitas bangsa, menghadapi tantangan serius: meningkatnya krisis kesehatan mental. Kondisi ini dinilai berpotensi menghambat upaya mencapai visi Indonesia Emas 2045 jika tidak segera ditangani.
Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2018 mencatat kasus gangguan mental emosional pada anak di bawah usia 15 tahun mencapai sekitar 20 juta jiwa. Sementara itu, prevalensi skizofrenia di tingkat rumah tangga naik menjadi 7 per mil penduduk. Pandemi COVID-19 kemudian memperburuk kondisi dengan memicu isolasi sosial, tekanan ekonomi, serta lonjakan kasus kecemasan dan depresi. BACA JUGA:Dari Karier hingga Mental Health, Ini Podcast Self-Improvement yang Wajib Didengar Berdasarkan data Kemendagri, jumlah remaja Indonesia usia 10–19 tahun mencapai 46,2 juta jiwa. Dari jumlah itu, diperkirakan 2,54 juta termasuk ODGJ (orang dengan gangguan jiwa) dan 16,1 juta ODMK (orang dengan masalah kejiwaan). Jenis gangguan yang dominan adalah kecemasan, ADHD, depresi, masalah perilaku, dan stres pasca-trauma. Sayangnya, akses terhadap layanan profesional masih rendah. Dari ribuan remaja yang disurvei, hanya 167 orang yang berhasil mendapat konseling. Data The Conversation (2018) menyebut Indonesia hanya memiliki 773 psikiater dan 451 psikolog klinis untuk lebih dari 260 juta penduduk, mayoritas terkonsentrasi di Pulau Jawa. Faktor lain seperti stigma sosial, biaya, dan minimnya kesadaran orang tua memperburuk situasi. Tekanan sosial juga menjadi pemicu. Studi PISA 2018 mencatat 41 ribu siswa usia 15 tahun di Indonesia mengalami bullying bulanan, menempatkan Indonesia di peringkat kelima tertinggi dari 78 negara. BACA JUGA:Hidup Itu Simpel: Sederhanakan Gaya Hidup untuk Kesehatan Mental yang Lebih Baik. Sejumlah kasus tragis—dari Temanggung hingga Tasikmalaya—membuktikan dampak nyata perundungan terhadap kesehatan mental pelajar. Selain itu, RS Universitas Indonesia menyoroti peran media sosial, tekanan ekonomi, dan standar hidup tinggi yang memperbesar risiko depresi, stres, serta kesulitan fokus pada generasi muda. Berbagai pakar menekankan perlunya memperluas layanan psikolog di puskesmas, menyediakan hotline krisis, serta membangun sistem pendampingan di sekolah. Yogyakarta disebut sebagai contoh daerah yang berhasil menempatkan psikolog di layanan dasar sejak 2010.Krisis Kesehatan Mental Generasi Z, Ancaman Serius bagi Indonesia Emas 2045
Rabu 24-09-2025,19:44 WIB
Reporter : MG Alfi Sahrin
Editor : Jefri Ardi
Kategori :
Terkait
Kamis 08-01-2026,17:15 WIB
Nongkrong Jadi Pilihan Gen Z untuk Lepas Penat di Tengah Padatnya Aktivitas
Rabu 07-01-2026,22:17 WIB
Pinterest Jadi Aplikasi Referensi Favorite Gen Z Untuk Cari Inspirasi dan Ide Kreatif
Rabu 10-12-2025,21:56 WIB
Beluga di Akuarium Tiongkok Semburkan Air ke Pria yang Merokok, Ternyata Bagian dari Rekaman Edukasi
Rabu 10-12-2025,21:47 WIB
Paramount Skydance Tawarkan Rp 1.810 Triliun untuk Akuisisi Warner Bros, Salip Penawaran Netflix
Senin 08-12-2025,21:08 WIB
Survei Global: Mayoritas Gen Z Pilih Karier Freelance Demi Kebebasan dan Fleksibilitas
Terpopuler
Kamis 08-01-2026,17:42 WIB
‘Cancel Culture’ di Media Sosial, Antara Kontrol Sosial dan Pelanggaran Etika Digital
Kamis 08-01-2026,21:36 WIB
Ironis! Kantor Dinas PU Bandar Lampung Kembali Dikepung Banjir, Warga Sukarame Geram
Kamis 08-01-2026,17:58 WIB
Investasi Bandar Lampung Lampaui Target Rp2,7 Triliun, DPMPTSP Ingatkan Pelaku Usaha Wajib Lapor OSS
Kamis 08-01-2026,17:08 WIB
Sinkhole Muncul di Sumbar, Apa Sebenarnya Fenomena Ini dan Seberapa Berbahaya?
Kamis 08-01-2026,22:18 WIB
Gubernur Mirza Pastikan Bandara Radin Inten II Siap Layani Penerbangan Internasional
Terkini
Kamis 08-01-2026,22:18 WIB
Gubernur Mirza Pastikan Bandara Radin Inten II Siap Layani Penerbangan Internasional
Kamis 08-01-2026,21:36 WIB
Ironis! Kantor Dinas PU Bandar Lampung Kembali Dikepung Banjir, Warga Sukarame Geram
Kamis 08-01-2026,21:17 WIB
Pelanggaran Siswa Masih Marak, Gubernur Mirza Wajibkan SOP Penanganan Edukatif dan Humanis
Kamis 08-01-2026,17:58 WIB
Investasi Bandar Lampung Lampaui Target Rp2,7 Triliun, DPMPTSP Ingatkan Pelaku Usaha Wajib Lapor OSS
Kamis 08-01-2026,17:42 WIB