RADARTVNEWS.COM – Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) baru-baru ini mengakui bahwa upaya memberantas judi online di Indonesia menghadapi tantangan besar yang tidak mudah diatasi. Salah satu alasan utama adalah tingginya permintaan atau "demand" dari masyarakat terhadap layanan judi daring, sehingga bisnis ilegal ini terus berkembang di ruang digital.
Dirjen Pengawasan Ruang Digital Komdigi, Alexander Sabar, mengungkapkan dalam konferensi pers, Rabu (17/9/2025), bahwa keberadaan judi online ibarat ekosistem yang tumbuh subur karena ada kebutuhan dari masyarakat itu sendiri. “Selama ada minat dan permintaan yang tinggi, maka situs judi akan terus bermunculan walaupun sudah diblokir berulang kali,” ujar Alexander. Menurutnya, teknologi yang terus berkembang dengan pesat, prosedur hukum yang belum mampu mengikuti dengan cepat, serta penggunaan aktif masyarakat pada konten-konten judi daring menjadi tantangan sekaligus penghambat utama pemberantasan. Komdigi sudah menindak lebih dari 2,1 juta konten judi online selama kurun waktu Oktober 2024 hingga September 2025. Pengawasan dilakukan di berbagai platform besar seperti Google, Meta (Facebook, Instagram), Telegram, TikTok, hingga platform pesan seperti Line dan toko aplikasi digital. Untuk mempercepat penyaringan, Komdigi menggunakan sistem intelijen dan pemantauan otomatis bernama SAMAN yang mampu mendeteksi dan menindaklanjuti konten negatif secara cepat, dengan batas waktu takedown empat jam untuk konten prioritas seperti judi dan pornografi anak. Meski demikian, Alexander menegaskan bahwa peran serta masyarakat sangat krusial. “Kami mengajak warga untuk aktif melaporkan bila menemukan konten judi online. Ini bukan sekadar tugas kami, tapi tanggung jawab bersama,” kata dia. BACA JUGA:Judi Online Internasional Dibongkar Bareskrim PolriKomdigi Akui Sulit Basmi Judi Online, Suara Masyarakat Jadi Penyebab Utama
Sabtu 20-09-2025,17:13 WIB
Reporter : MG - Adelia Cindy
Editor : Jefri Ardi
Kategori :
Terkait
Kamis 26-02-2026,21:29 WIB
Awas! Dari Sekedar Iseng Judi Online, Banyak Anak Muda Kehilangan Masa Depan
Kamis 29-01-2026,15:57 WIB
Fenomena Kalap Belanja Semakin Sering Terjadi di Masyarakat
Kamis 29-01-2026,15:53 WIB
Self Love Semakin Populer sebagai Kunci Kesehatan Mental Masyarakat
Selasa 13-01-2026,14:05 WIB
Tradisi Membawa Tumbler Kian Populer, Jadi Gaya Hidup Baru Masyarakat
Jumat 09-01-2026,17:11 WIB
Musim Hujan Melanda, Ini Dampaknya Bagi Kehidupan Warga
Terpopuler
Sabtu 28-03-2026,18:49 WIB
Bukan Sekadar Penghias Halaman, 5 Pohon Buah Ini Dipercaya Membawa Keberuntungan ke Rumah
Sabtu 28-03-2026,22:44 WIB
Rahasia Dibalik Gurihnya Seruit Khas Way Kanan, Primadona di Meja Makan Keluarga Hari Sabtu
Sabtu 28-03-2026,21:20 WIB
Harga Emas Hari Ini: Naik Gak, Turun Juga Nggak Tapi Tetap Mahal
Sabtu 28-03-2026,19:40 WIB
Cuma 1 Jam Matikan Lampu, Emang Ngaruh? Ini Manfaat Earth Hour yang Tak Pernah Disadari!
Sabtu 28-03-2026,22:36 WIB
Komunitas Literasi Keliling: Membawa Jendela Dunia ke Dusun-Dusun Terpencil di Way Kanan
Terkini
Sabtu 28-03-2026,22:51 WIB
Sesuai Namanya, Keasrian Curup Pematang Rindu Bikin Wisatawan Enggan Pulang
Sabtu 28-03-2026,22:44 WIB
Rahasia Dibalik Gurihnya Seruit Khas Way Kanan, Primadona di Meja Makan Keluarga Hari Sabtu
Sabtu 28-03-2026,22:36 WIB
Komunitas Literasi Keliling: Membawa Jendela Dunia ke Dusun-Dusun Terpencil di Way Kanan
Sabtu 28-03-2026,22:26 WIB
Lari dari Penat: Curup Gangsa Jadi Pelarian Favorit Warga Way Kanan
Sabtu 28-03-2026,21:20 WIB