Swedia Darurat Sampah: Impor 1,3 Juta Ton untuk Penuhi Kebutuhan Pabrik Daur Ulang

Kamis 11-09-2025,20:09 WIB
Reporter : MG - Adelia Cindy
Editor : Jefri Ardi

RADARTVNEWS.COM — Negara Swedia menghadapi situasi unik yang jarang terjadi di dunia: kekurangan sampah. Keadaan ini mendorong Swedia mengambil langkah berani dengan mengimpor sebanyak 1,3 juta ton sampah dari sejumlah negara Eropa setiap tahunnya untuk mengisi kapasitas pabrik daur ulang dan pembangkit listrik tenaga sampah (Waste-to-Energy/WTE).

Swedia dikenal sebagai pelopor pengelolaan limbah yang sangat efisien dan ramah lingkungan. Keberhasilan mereka dalam mendaur ulang hampir 99% limbah rumah tangga membuat sampah domestik yang tersedia kian menipis. Hal ini membuat pabrik-pabrik pengolah sampah mereka sering kehabisan bahan baku.

Untuk menjaga operasi pabrik daur ulang dan pembangkit listrik tetap berjalan optimal, Swedia mengimpor sampah dari negara-negara seperti Inggris, Norwegia, Irlandia, hingga Italia. Bahkan, negara pengekspor membayar Swedia untuk menerima limbah tersebut, karena biaya pengelolaan sampah di negara asal dianggap lebih mahal dan kurang efisien.

Sampah yang diimpor diproses melalui teknologi WTE, dimana sampah dibakar untuk menghasilkan listrik dan panas. Energi ini digunakan untuk memanaskan sekitar 800.000 rumah dan menyediakan listrik bagi 250.000 rumah lainnya di Swedia. Konsep ini menjadi bagian dari ekonomi sirkular yang mengubah masalah sampah menjadi sumber energi terbarukan.

Dengan hampir tidak ada sampah rumah tangga yang masuk tempat pembuangan akhir, Swedia berhasil mengurangi emisi gas rumah kaca dan polusi tanah. Selain itu, impor sampah menciptakan peluang ekonomi besar, termasuk lapangan kerja baru dan pendapatan dari pengelolaan limbah yang bernilai milyaran euro setiap tahunnya.

BACA JUGA:Dari Limbah Menjadi Berkah: Transformasi Sampah Organik Menjadi Pupuk Bioenzim

Kasus Swedia mengajarkan bahwa pengelolaan limbah yang efisien dan teknologi hijau bisa mengubah sampah jadi aset berharga. Model ini menjadi inspirasi bagi negara-negara lain yang ingin mengurangi limbah dan beralih ke energi bersih, termasuk Indonesia yang masih menghadapi tantangan besar dalam pengelolaan sampah.

Swedia membuktikan bahwa dengan kerja sama masyarakat, kebijakan tegas, dan teknologi maju, masalah sampah bisa diubah menjadi solusi energi terbarukan. Impor sampah mungkin terdengar unik, tapi menjadi salah satu jawaban atas keberhasilan pengelolaan lingkungan berkelanjutan yang sulit ditandingi di dunia.

BACA JUGA:Pandawara Group Luncurkan Perahu Canggih untuk Angkut Sampah hingga 3 Ton

Kategori :