RADARTVNEWS,COM – Istilah "tone deaf" tengah ramai diperbincangkan di media sosial Indonesia pada tahun 2025. Istilah yang secara harfiah berarti "tuli nada" ini telah mengalami perluasan makna dalam ranah sosial dan politik. Kini, tone deaf bukan hanya soal ketidakmampuan membedakan nada musik, melainkan juga menggambarkan sikap tidak peka atau acuh terhadap kondisi dan perasaan orang lain.
Secara umum, tone deaf merujuk pada seseorang atau kelompok yang tidak menyadari ketidaknyamanan atau dampak negatif dari kata-kata dan tindakannya terhadap orang lain maupun situasi di sekitarnya. Istilah ini sering digunakan untuk mengkritik pihak yang dinilai tidak sensitif, bahkan terkesan meremehkan masalah penting di masyarakat. Psikolog dan pengamat sosial menjelaskan bahwa tone deaf dapat menunjukkan kurangnya empati dan kesadaran sosial. Orang yang tone deaf dapat secara tidak sengaja maupun sengaja mengabaikan konteks sosial dan budaya, sehingga tindakannya berpotensi menimbulkan kegaduhan atau ketidaknyamanan. Di media sosial, istilah tone deaf kerap muncul sebagai reaksi terhadap pernyataan publik figur, pejabat, atau perusahaan yang dianggap gagal membaca situasi dan menunjukkan sikap yang tidak sesuai dengan kondisi rakyat atau khalayak. Contohnya adalah sikap yang menganggap remeh kesulitan ekonomi masyarakat ketika krisis masih berlangsung. Penggunaan istilah tone deaf ini juga meluas dalam diskusi politik, di mana para netizen menyuarakan protes atas kebijakan pemerintah yang dirasa kurang tepat sasaran atau tidak responsif terhadap kebutuhan rakyat. Ungkapan seperti “Jangan tone deaf soal politik” menjadi wujud kritik keras agar para pengambil keputusan lebih peka dan terbuka. BACA JUGA:Tiga Warna Simbol Perjuangan Rakyat Indonesia: Resistance Blue, Brave Pink, dan Hero Green Meski dominan bernada kritik, istilah tone deaf juga mengingatkan pentingnya kesadaran sosial dan komunikasi yang efektif agar tak menimbulkan salah pengertian dan konflik. Kesadaran akan tone deaf mendorong setiap orang untuk berempati dan memahami perasaan orang lain agar hubungan sosial tetap harmonis. Fenomena viralnya istilah ini di media sosial menjadi cermin penting bahwa komunikasi yang baik dan sensitivitas sosial sangat dibutuhkan di tengah dinamika kehidupan modern yang kompleks. BACA JUGA:PBB Sampaikan Keprihatinan atas Kondisi Terkini di Indonesia, Dorong Dialog Damai dan Pemulihan SosialTone Deaf: Istilah yang Viral di Media Sosial, Apa Arti dan Konotasinya?
Sabtu 06-09-2025,19:29 WIB
Reporter : MG - Adelia Cindy
Editor : Jefri Ardi
Kategori :
Terkait
Jumat 23-01-2026,22:36 WIB
Biaya Tinggi dan Politik Uang, Akademisi Lampung Soroti Sisi Positif Pilkada Tidak Langsung
Kamis 22-01-2026,12:20 WIB
Perdana, Iran Buka Data Lebih 3.000 Nyawa Korban Demo Berdarah Melayang
Senin 24-11-2025,19:02 WIB
Buruh Tunda Demo Menyusul Penundaan Pengumuman Upah Minimum 2026
Kamis 02-10-2025,19:46 WIB
Shutdown Pemerintahan AS Resmi Berlaku, Kebuntuan Anggaran Picu Krisis Politik dan Ekonomi
Rabu 24-09-2025,19:18 WIB
Demo Hari Tani di Depan DPR, Lalin Jalan Gatot Subroto dan Tol Dalam Kota Direkayasa
Terpopuler
Jumat 23-01-2026,22:36 WIB
Biaya Tinggi dan Politik Uang, Akademisi Lampung Soroti Sisi Positif Pilkada Tidak Langsung
Jumat 23-01-2026,22:19 WIB
Masa Depan Terlalu Berharga untuk Judol dan Narkoba, Ini Pesan Wali Kota untuk Pelajar Bandar Lampung
Jumat 23-01-2026,22:45 WIB
Di Balik Pesta Demokrasi, Akademisi Ungkap Sisi 'Gelap' Pilkada Langsung
Jumat 23-01-2026,20:51 WIB
Hadir di Dua Kota, Pocari Sweat Run Ajak Pelari Kalcer Ikut Memeriahkan Acara
Terkini
Sabtu 24-01-2026,15:02 WIB
Gaya Hidup Cashless Semakin Diminati di Tengah Masyarakat Modern
Sabtu 24-01-2026,14:58 WIB
Pengaruh Influencer Semakin Kuat dalam Membentuk Gaya Hidup Remaja
Sabtu 24-01-2026,14:53 WIB
Penyakit GERD Dapat Mengganggu Kesehatan Jika Tidak Ditangani dengan Baik
Sabtu 24-01-2026,14:48 WIB
Persiapan Tubuh yang Tepat Menjadi Kunci Parfum Tahan Lama
Jumat 23-01-2026,22:45 WIB