Pesta Miras Saat Lebaran di Lampung Timur, 2 Meninggal 1 Kritis

Pesta Miras Saat Lebaran di Lampung Timur, 2 Meninggal 1 Kritis

--

LAMPUNG TIMUR, RADARTVNEWS.COM – Luar biasa memang ulah manusia. Lepas bulan Ramadan yang ditandai dengan Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah justru dinodai dengan ulah segelintir manusia di Kabupaten Lampung Timur.

Sejumlah warga memilih pesta minuman keras (miras) sejak H-1 lebaran. Mereka merayakan datangnya lebaran dengan pesta miras, merek Sampoerna LK.

Harus diakui peredaran miras di Kabupaten Lampung Timur ini seperti tak tersentuh hukum. Bahkan diduga peredaran minuman keras (miras) seperti ada yang membekingi dari oknum APH.

Dari pesta minuman bangsa jin dan setan ini, tiga manusia dikabarkan mengalami over dosis karena kebanyakan menenggak miras.

Dua dinyatakan meninggal dunia, pada Ahad 22 Maret 2026  kemarin. ”Seorang warga anggota pesta miras dalam lagi kritis,” kata warga Margatiga. 

Kronoligi Pesta Miras 

Dari keterangan sumber yang enggan disebut namanya, kejadian  berawal pada Jumat 20 Maret 2026, di salah satu rumah warga inisial DD.

Setelah itu, DD bersama beberapa warga lainnya. Dua diantaranya JS dan AW melanjutkan kembali, pada Sabtu 21 M di kediaman PJ.

”Jadi ini memang pesta miras ya,” kata sumber.

Total mereka menenggak 12 botol miras merk Sampurna LK. Dengan moto Pantang Pulang Sebelum Tumbang. Mereka melakukan secara minuman keras estafet alias terus menerus.  ”Sebanyak 12 Botol, dari pukul 15.00, hingga akhirnya bubar pukul 01.00 WIB,”: sambungnya.  

Kemudian pada Ahad 22 Maret 2026, salah satu warga yakni DD dan AW mengeluh sakit. Keduanya dilarikan ke Rumah Sakit Umum Sukadana.

”Sekitar pukul 17.00 WIB, terdengar kabar JS 44 th, meningal dunia di kamar rumahnya,” sambung informan Radar TV. 

Baru, selang 4 jam kemudian sekira pukul 21.40 WIB. Pria dengan inisial  AW 39 tahun, yang sempat di rawat di RSUD Sukadana dikabarkan meninggal dunia.

”Sementara DD usia 40 tahun, dalam kondisi kritis masih dalam perawatan RSUD Sukadana,” jelas warga yang enggan disebut namanya.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: