Sebagai Wamenaker, Immanuel bertugas membantu menteri dalam merumuskan dan mengawasi kebijakan di bidang ketenagakerjaan, termasuk soal perlindungan pekerja, pengawasan TKA, hingga isu pengupahan. Dengan posisi strategis tersebut, dugaan keterlibatan Immanuel dalam pemerasan tentu menjadi tamparan keras bagi citra Kemenaker.
BACA JUGA:Penangkapan Pelaku Judi Online di DIY Jadi Sorotan, DPR Minta Fokus pada Bandar Utama
Hingga berita ini diturunkan, KPK belum merinci nominal atau bentuk dugaan pemerasan yang dilakukan Immanuel. Namun, KPK menegaskan semua pihak yang diamankan sedang diperiksa intensif di Gedung Merah Putih KPK. Namun, jika Immanuel resmi ditetapkan sebagai tersangka, maka ia akan mengikuti jejak sejumlah pejabat tinggi yang lebih dulu terjerat OTT KPK. Kasus ini juga diperkirakan akan berdampak pada stabilitas internal Kementerian Ketenagakerjaan, terutama dalam menjalankan program-program strategis yang tengah berjalan.
Kasus Immanuel sekali lagi memperlihatkan bahwa korupsi masih menjadi penyakit serius di kalangan pejabat publik. Bagi masyarakat, penangkapan ini bisa menjadi bukti bahwa pengawasan terhadap pejabat negara tidak boleh longgar. Namun, banyak yang menunggu apakah KPK mampu membawa kasus ini ke pengadilan dengan bukti kuat, bukan sekadar OTT yang berakhir tanpa kejelasan.