c. pH yang rendah (asam): hujan asam memiliki pH di bawah 5,6, yang tidak baik jika dikonsumsi terus-menerus.
Namun, di daerah pedesaan dengan udara bersih, air hujan biasanya lebih murni dan relatif aman jika ditampung dengan cara higienis serta direbus terlebih dahulu.
Pandangan Ilmiah Modern
Banyak negara tropis, termasuk Indonesia, masih menggunakan air hujan sebagai sumber air bersih, terutama di daerah yang jauh dari jaringan PDAM. Secara ilmiah, air hujan bisa dijadikan air minum jika melalui proses pengolahan sederhana, misalnya:
a. Menampung dengan wadah bersih dan tertutup.
b. Menyaring untuk menghilangkan kotoran.
c. Merebus atau menggunakan teknologi filtrasi (misalnya filter karbon aktif atau reverse osmosis).
Secara ilmiah, air hujan tidak sepenuhnya aman dikonsumsi langsung karena berpotensi mengandung polutan dan mikroorganisme. Namun, jika diolah dengan benar, air hujan bisa menjadi sumber air alternatif yang sehat dan ramah lingkungan, terutama di wilayah dengan udara bersih dan minim polusi.
BACA JUGA:Pandangan Islam Terhadap Air Hujan: Apakah Bisa Dipakai untuk Bersuci?