BANNER HEADER DISWAY HD

Efek Mandi Air Hujan, Apakah Benar Bisa Menyebabkan Sakit?

Efek Mandi Air Hujan, Apakah Benar Bisa Menyebabkan Sakit?

ilustrasi-foto: Pinterest-

RADARTVNEWS.COM - Mandi air hujan sering dikaitkan dengan risiko kesehatan dan sejak lama dipercaya dapat menyebabkan sakit. Banyak orang tua melarang anak-anaknya bermain hujan karena dianggap bisa memicu flu, demam, atau masuk angin. Namun, anggapan tersebut perlu dilihat dari sisi ilmiah. Air hujan berasal dari proses penguapan air di laut, sungai, dan danau yang kemudian mengembun di atmosfer dan turun kembali ke bumi. Secara teori, air hujan yang baru turun dari awan relatif bersih, tetapi dalam perjalanannya menuju permukaan bumi, air hujan melewati lapisan udara yang mengandung berbagai partikel seperti debu, asap kendaraan, gas hasil pembakaran, serta mikroorganisme. Hal inilah yang membuat air hujan tidak selalu sebersih yang dibayangkan.

Selain terkontaminasi udara, air hujan yang ditampung melalui atap rumah atau talang juga berpotensi tercemar oleh kotoran burung, lumut, karat dari genteng atau seng, serta sisa dedaunan. Kandungan tersebut dapat membawa bakteri dan zat kimia yang berisiko bagi kesehatan jika digunakan untuk mandi tanpa pengolahan terlebih dahulu. Oleh karena itu, meskipun tampak jernih, air hujan belum tentu aman digunakan langsung untuk membersihkan tubuh.

Mandi air hujan sebenarnya tidak secara langsung menyebabkan penyakit, tetapi dapat meningkatkan risiko sakit dalam kondisi tertentu. Salah satu faktor utamanya adalah penurunan suhu tubuh. Air hujan umumnya lebih dingin dibandingkan suhu tubuh manusia. Jika seseorang terlalu lama terkena air hujan, tubuh akan kehilangan panas dan menyebabkan suhu tubuh menurun. Kondisi ini dapat membuat sistem kekebalan tubuh bekerja kurang optimal sehingga virus dan bakteri lebih mudah menyerang, seperti penyebab flu, batuk, dan demam. Selain itu, paparan air hujan yang mengandung kuman dan polusi dapat memicu gangguan kesehatan, terutama jika mengenai kulit yang sensitif atau terdapat luka kecil yang menjadi jalan masuk mikroorganisme.

Udara dingin dan lembap saat hujan juga dapat memengaruhi saluran pernapasan. Pada sebagian orang, terutama yang memiliki riwayat asma atau alergi, kondisi ini bisa memicu sesak napas, batuk, atau pilek. Jika mandi air hujan dilakukan saat tubuh dalam keadaan lelah, kurang tidur, atau sedang tidak fit, risiko jatuh sakit akan semakin besar. Hal ini menunjukkan bahwa faktor daya tahan tubuh memegang peranan penting dalam menentukan apakah seseorang akan sakit setelah kehujanan atau tidak.

Dari sisi kulit, mandi air hujan terlalu sering juga dapat menimbulkan beberapa efek. Kandungan polutan dan zat asam dalam air hujan, terutama di daerah perkotaan dengan tingkat polusi tinggi, dapat membuat kulit menjadi kering, gatal, dan mudah iritasi. Lapisan minyak alami pada kulit bisa terkikis sehingga kulit lebih rentan terhadap infeksi jamur atau bakteri. Pada rambut, paparan air hujan yang tercemar dapat menyebabkan rambut menjadi kusam, rapuh, serta memicu rasa gatal pada kulit kepala. Jika tidak segera dibilas dengan air bersih, kotoran yang menempel dapat mengganggu kesehatan rambut dan kulit kepala.BACA JUGA:Risiko Menggunakan Laptop Saat Sedang Diisi Daya yang Sering Diabaikan

Tidak semua air hujan bersifat berbahaya, terutama jika turun di daerah dengan kualitas udara yang masih baik. Namun, tetap tidak disarankan menjadikan air hujan sebagai air mandi utama tanpa proses penyaringan atau sterilisasi. Air hujan berbeda dengan air bersih yang sudah melalui proses pengolahan, sehingga penggunaannya tetap memiliki risiko kesehatan tertentu. Oleh sebab itu, mandi air hujan sebaiknya tidak dilakukan terlalu sering dan hanya dalam kondisi tertentu dengan memperhatikan kebersihannya.

Untuk mengurangi risiko sakit setelah kehujanan atau mandi air hujan, beberapa langkah sederhana dapat dilakukan, seperti segera mandi menggunakan air bersih dan sabun, mengganti pakaian basah dengan pakaian kering, mengeringkan tubuh dan rambut, serta mengonsumsi minuman hangat agar suhu tubuh kembali stabil. Istirahat yang cukup juga penting agar sistem kekebalan tubuh tetap terjaga. Kebiasaan ini dapat membantu mencegah berkembangnya kuman di dalam tubuh setelah terpapar hujan.

Kesimpulannya, mandi air hujan tidak selalu menyebabkan sakit, tetapi memiliki potensi risiko jika airnya tercemar polusi, dilakukan terlalu lama, atau saat kondisi tubuh sedang tidak fit. Penyakit yang muncul setelah mandi air hujan bukan disebabkan oleh hujan itu sendiri, melainkan oleh kombinasi antara kualitas air, suhu dingin, serta daya tahan tubuh yang menurun. Dengan menjaga kebersihan tubuh setelah kehujanan dan memperhatikan kondisi kesehatan, risiko sakit akibat mandi air hujan dapat diminimalkan. Oleh karena itu, anggapan bahwa mandi air hujan pasti menyebabkan sakit tidak sepenuhnya benar, namun tetap perlu diwaspadai agar tidak menimbulkan gangguan kesehatan.

 

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: