Hal-Hal Kecil Tapi Penting Sebelum Mengikuti event Lari, Jangan Sampai Lupa

Rabu 23-07-2025,16:30 WIB
Reporter : MG 06 Abdul Rohman
Editor : Hendarto Setiawan

BANDARLAMPUNG, RADARTVNEWS. COM - Di balik semangat dan antusiasme mengikuti lomba lari, ada sederet hal kecil yang sering dianggap sepele — padahal punya dampak besar. Bukan cuma soal kenyamanan, tapi juga menyangkut keselamatan, kesehatan, dan keberhasilan mencapai garis finish.

Berlari itu bukan hanya gerak kaki. Ia menuntut persiapan, kesadaran tubuh, dan keputusan cerdas sejak sebelum start dimulai. Karena itu, penting bagi setiap pelari, pemula maupun berpengalaman, untuk memperhatikan lima hal penting berikut ini:

BACA JUGA:Tips and Trik untuk Warga Lampung: Mulai Lari dengan Cara Sederhana dan Sehat

 1. Tidur Cukup Sebelum Hari-H

Kurang tidur menjelang lomba bisa membuat tubuh lelah, otot kaku, dan daya konsentrasi menurun. Ini bisa menyebabkan cedera atau bahkan pingsan di tengah lintasan. Usahakan tidur minimal 6–8 jam malam sebelum lari agar tubuh dalam kondisi segar dan siap bekerja optimal.

 2. Pemanasan dan Pendinginan Tidak Boleh Dilewatka 

Banyak pelari melewatkan pemanasan karena dianggap buang waktu. Padahal, tanpa pemanasan, otot belum siap menerima beban kerja sehingga mudah kram atau cedera. Pendinginan pun penting agar detak jantung kembali stabil dan asam laktat tidak menumpuk. Luangkan waktu 5–10 menit untuk stretching ringan.

 3. Cek Cuaca dan Gunakan Sunscreen

Lari di cuaca ekstrem — baik panas terik maupun hujan deras — bisa menjadi tantangan jika tak dipersiapkan. Gunakan sunscreen untuk melindungi kulit dari paparan UV, kenakan pakaian ringan yang cepat kering, dan jangan lupa topi atau kaca mata jika dibutuhkan. Cuaca yang tak bersahabat bisa diatasi dengan perlengkapan yang tepat.

4. Jangan Paksakan Diri, Dengarkan Tubuhmu

BACA JUGA:Pahami Kategori Lari Berdasarkan Jaraknya: Mulai dari Lari Pendek hingga Ultra Marathon

Kadang ambisi ingin cepat atau takut malu membuat pelari memaksakan diri. Padahal, tubuh memberi sinyal jika ada yang salah. Pusing, mual, nyeri dada, atau sesak nafas adalah tanda serius. Segera berhenti, cari bantuan, atau melambat. Kemenangan yang paling berharga adalah pulang dengan selamat

5. Hindari Headset Penuh Saat Lari di Jalan Umum

Musik memang bisa menambah semangat, tapi jangan sampai membuatmu tidak sadar lingkungan sekitar. Terutama jika rute lari melewati jalan umum, kamu harus bisa mendengar klakson, teriakan marshal, atau instruksi darurat. Gunakan volume rendah atau hanya satu telinga untuk tetap waspada.

Jangan Remehkan yang Kecil

Dalam dunia lari, bukan hanya soal kecepatan atau medali, tapi juga tentang kesiapan dan kesadaran diri. Hal-hal kecil yang kerap dilupakan justru bisa menjadi penentu — apakah kamu finish dengan bangga, atau malah mengalami hal yang tidak diinginkan.

BACA JUGA:Apa Itu Marshal dalam Event Lari?

Banyak pelari gagal bukan karena fisiknya lemah, tapi karena lupa istirahat, tidak pemanasan, atau kurang peka pada sinyal tubuhnya. Maka dari itu:

"Lari bukan cuma soal kaki kuat, tapi juga tentang pikiran yang bijak."

Jaga diri, nikmati prosesnya, dan persiapkan semua dengan teliti. Karena pelari yang cerdas adalah pelari yang siap — dari kepala sampai kaki.

Selamat berlari! Jangan lupakan hal-hal kecil yang justru menyelamatkan.

BACA JUGA:Teknologi Ini Bantu Pelari Temukan Foto di Even-even Besar

Kategori :