RADARTVNEWS-Dalam beberapa tahun terakhir, istilah biohacking semakin populer, terutama di kalangan anak muda urban dan para pelaku gaya hidup sehat. Dari kebiasaan tidur yang diatur dengan aplikasi, konsumsi suplemen nootropik untuk meningkatkan fokus, hingga praktik ekstrem seperti terapi oksigen hiperbarik dan puasa intermiten biohacking kini menjelma menjadi gaya hidup yang menjanjikan "versi terbaik dari diri sendiri."
Namun, muncul pertanyaan penting: apakah tren ini benar-benar sehat, atau justru menjadi eksperimen berisiko terhadap tubuh? Apa Itu Biohacking? Secara sederhana, biohacking adalah pendekatan do-it-yourself untuk mengoptimalkan tubuh dan pikiran menggunakan ilmu pengetahuan, teknologi, dan intervensi gaya hidup. Tujuannya? Meningkatkan produktivitas, kualitas hidup, kesehatan mental, bahkan memperpanjang usia. Beberapa bentuk biohacking yang populer meliputi: - Intermittent fasting (puasa berkala) - Cold therapy seperti mandi air es - Suplemen nootropik untuk fungsi otak - Sleep tracking untuk kualitas tidur optimal - Diet ketogenik dan plant-based untuk efisiensi energi Gaya Hidup Sehat atau Risiko Tersembunyi? Meski banyak yang mengklaim manfaat biohacking, para ahli kesehatan mengingatkan untuk tidak asal ikut tren. Dr. Nadia Fitria, pakar gaya hidup sehat dan nutrisi klinis, menyatakan bahwa sebagian praktik biohacking belum sepenuhnya divalidasi oleh penelitian jangka panjang. Beberapa metode seperti puasa intermiten bisa aman bila dilakukan dengan tepat, tapi konsumsi suplemen otak tanpa pengawasan bisa berdampak buruk pada fungsi organ tubuh. Apalagi jika dikombinasikan tanpa panduan medis," jelasnya. Didukung Teknologi dan Media Sosial Maraknya biohacking juga tak lepas dari peran media sosial dan teknologi. Aplikasi kesehatan, wearable tracker, serta influencer yang membagikan rutinitas harian mereka ikut mendorong masyarakat mencoba hal serupa. Sayangnya, tak semua orang memahami risiko di balik setiap eksperimen tubuh tersebut. Bijak Memilih Gaya Hidup Biohacking memang bisa menjadi cara menarik untuk mengenal tubuh lebih dalam dan meningkatkan kualitas hidup. Namun, prinsip kehati-hatian tetap harus dipegang. Konsultasi dengan ahli kesehatan sangat disarankan sebelum mencoba metode apa pun, terutama yang melibatkan suplemen atau intervensi ekstrem. Sebagai gaya hidup baru, biohacking memiliki potensi besar. Tapi seperti halnya eksperimen, risiko selalu mengintai jika dilakukan tanpa ilmu.Tren Biohacking: Gaya Hidup Sehat atau Eksperimen Berisiko?
Selasa 29-04-2025,10:07 WIB
Reporter : Oktavia Anggraeni
Editor : Jefri Ardi
Tags : #trenkesehatan2025
#suplemennootropik
#sleeptracing
#kesehatanmental
#inttermittentfasting
#gayahidupsehat
#coldtherapy
#biohhacking
Kategori :
Terkait
Senin 22-09-2025,12:53 WIB
Jam Tidur Bisa Menentukan Karakter dan Tingkat Kebahagiaan, Ini Kajian Psikologinya
Selasa 29-04-2025,10:07 WIB
Tren Biohacking: Gaya Hidup Sehat atau Eksperimen Berisiko?
Rabu 25-09-2024,12:00 WIB
Berjalan dengan Keheningan, Trend Silent Walking yang Mengubah Cara Kita Berinteraksi dengan Alam
Terpopuler
Rabu 18-02-2026,17:10 WIB
Empat Pejabat Administrator Dilantik, Ini Daftar Lengkapnya!
Rabu 18-02-2026,13:45 WIB
Pentingnya Menjaga Data Pribadi di Internet
Rabu 18-02-2026,12:25 WIB
Jantung di Ujung Sendok: Mengapa Sejumput Garam Bisa Berakibat Fatal
Rabu 18-02-2026,13:26 WIB
Tunggu Ijin Bapetan, Cathlab di RS Sukadana Siap Beroperasi
Terkini
Rabu 18-02-2026,18:13 WIB
Sambut Ramadan 1447 H, Pemprov Lampung dan Tokoh Adat Satukan Langkah dalam Tradisi Blangikhan
Rabu 18-02-2026,17:10 WIB
Empat Pejabat Administrator Dilantik, Ini Daftar Lengkapnya!
Rabu 18-02-2026,13:45 WIB
Pentingnya Menjaga Data Pribadi di Internet
Rabu 18-02-2026,13:26 WIB
Tunggu Ijin Bapetan, Cathlab di RS Sukadana Siap Beroperasi
Rabu 18-02-2026,13:04 WIB