Gaji PM Singapura Lawrence Wong Naik Jadi Rp50,2 Miliar per Tahun

Gaji PM Singapura Lawrence Wong Naik Jadi Rp50,2 Miliar per Tahun

Perdana Menteri Singapura Lawrence Wong dalam pernyataannya terkait kenaikan gaji pejabat politik Singapura.-Dokumentasi-Prime Minister’s Office Singapore (PMO).

RADARTVNEWS.COM Perdana Menteri (PM) Singapura Lawrence Wong berencana menaikkan gaji para menterinya setelah pemerintah menerima rekomendasi dari komite independen yang mengkaji gaji pejabat politik.

Berdasarkan keputusan pemerintah, acuan gaji tahunan menteri pada tingkat MR4 akan naik dari SGD1,1 juta menjadi SGD1,8 juta. Namun, kenaikan tersebut tidak langsung membuat seluruh menteri menerima gaji sebesar SGD1,8 juta.

Untuk tahap awal, para pejabat politik akan mendapatkan penyesuaian satu kali maksimal 9 persen mulai 15 Oktober 2026. Besaran penyesuaian setiap pejabat akan mempertimbangkan kondisi masing-masing, termasuk kinerja dan waktu terakhir gajinya disesuaikan.

Perdana Menteri Lawrence Wong juga akan menerima kenaikan gaji. Dengan acuan baru tersebut, paket gaji tahunan PM Singapura ditetapkan sebesar SGD3,6 juta atau sekitar Rp50,2 miliar per tahun.

Wong mengatakan kebijakan tersebut bukan semata-mata mengenai pendapatan, tetapi juga berkaitan dengan upaya memastikan Singapura dapat mempertahankan kepemimpinan politik yang berkualitas. Pemerintah Singapura selama ini mempertahankan sistem gaji tinggi untuk menarik talenta terbaik ke pemerintahan serta mencegah korupsi.

BACA JUGA:Prabowo Revisi Program Kerja: Gaji ASN, TNI-Polri, dan Pejabat Negara Naik Meski demikian, kebijakan tersebut menjadi perhatian publik karena gaji pejabat politik Singapura sudah termasuk yang tertinggi di dunia. Reuters melaporkan, gaji PM Singapura sebelumnya sekitar SGD2,2 juta per tahun.

Untuk meredam kekhawatiran publik, Wong memutuskan menyumbangkan seluruh kenaikan gajinya selama lima tahun ke depan kepada kegiatan amal. Keputusan tersebut merupakan inisiatif pribadi Wong dan tidak diwajibkan kepada pejabat lainnya.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: reuters