Waspada Abu Vulkanik: Kenali Bahayanya bagi Kesehatan dan Cara Melindungi Diri

Waspada Abu Vulkanik: Kenali Bahayanya bagi Kesehatan dan Cara Melindungi Diri

Ilustrasi masyarakat memakai masker karena terpaan abu vulkanik-Mashabel-Pinterest

RADARTVNEWS.COMAbu vulkanik menjadi salah satu material yang perlu diwaspadai ketika gunung api mengalami erupsi.

Partikel yang ada di abu vulkanik sangatlah halus dan dapat terbawa angin hingga jauh dari sumber letusan dan memengaruhi kualitas udara di wilayah terdampak.

Abu vulkanik bukanlah abu biasa seperti hasil pembakaran. Material ini berasal dari batuan, mineral, dan kaca vulkanik yang hancur menjadi partikel berukuran sangat kecil. Dalam kondisi tertentu, abu tersebut juga dapat memiliki sifat kasar, abrasif, hingga asam.

Beberapa dampak kesehatan yang perlu diperhatikan masyarakat antara lain:

  • Gangguan Pernapasan: Abu yang terhirup dapat menyebabkan iritasi hidung dan tenggorokan, batuk, pilek, hingga rasa tidak nyaman saat bernapas. Paparan tinggi juga dapat memperburuk kondisi penderita asma dan penyakit paru lainnya.
  • Gangguan Mata: Partikel abu yang bersifat tajam dapat membuat mata terasa perih, gatal, merah, berair, atau seperti mengganjal.
  • Gangguan Kulit dan Pencernaan: Abu yang bersifat asam dapat menyebabkan iritasi kulit. Sementara itu, abu yang mencemari makanan atau air dan kemudian tertelan dapat memicu mual, muntah, atau nyeri perut.
  • Risiko Silikosis: Abu tertentu mengandung silika kristalin. Paparan silika dalam konsentrasi tinggi dan berlangsung dalam waktu lama dapat menyebabkan silikosis, meski tidak setiap paparan abu otomatis menyebabkan penyakit tersebut.

BACA JUGA:Waspada Abu Vulkanik, Dokter Paru Larang Penggunaan Masker Basah

BACA JUGA:Dokter Paru Ungkap Dampak Hirup Abu Vulkanik, Saluran Napas Bisa Iritasi

Cara Melindungi Diri

Anak-anak dan bayi, lansia, penderita asma, serta orang dengan penyakit paru kronis atau gangguan pernapasan sebelumnya perlu mendapat perlindungan lebih saat terjadi hujan abu.

Masyarakat dianjurkan tetap berada di dalam ruangan ketika hujan abu terjadi dan menutup pintu serta jendela. Jika harus keluar, gunakan respirator seperti N95, kacamata pelindung, serta pakaian yang menutupi kulit.

Saat membersihkan abu, basahi terlebih dahulu agar partikelnya tidak mudah beterbangan. Hindari aktivitas luar ruangan yang tidak diperlukan dan sebaiknya tidak berkendara ketika abu turun dengan lebat.

Masyarakat juga perlu mengikuti arahan pemerintah dan petugas setempat. Jika muncul sesak napas, nyeri dada, gangguan pernapasan yang memburuk, atau iritasi mata berat, segera cari pertolongan medis.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: