Kenapa Gunung Api Bisa Kembali Aktif? Ini Penyebabnya
--
Pada sejumlah kasus, peningkatan tekanan dapat menyebabkan tubuh gunung mengalami pengembungan atau inflasi. Kondisi tersebut menjadi salah satu indikator yang diperhatikan oleh petugas untuk mengetahui perkembangan aktivitas vulkanik.
5. Mengapa Gunung Bisa Erupsi Berulang?
Erupsi tidak selalu hanya terjadi sekali. Selama masih terdapat suplai magma dan tekanan dalam sistem vulkanik, aktivitas dapat kembali meningkat. Hal tersebut juga terjadi pada Gunung Anak Krakatau. Badan Geologi menyatakan aktivitas erupsi Anak Krakatau sempat berlangsung menerus selama sekitar 25 jam. Setelah aktivitas menurun, gunung tersebut tetap berada dalam pemantauan dan statusnya tetap Level III atau Siaga.
Gunung Aktif Bukan Berarti Akan Selalu Meletus
Penting dipahami bahwa istilah "gunung api aktif" tidak berarti gunung tersebut akan terus-menerus mengalami erupsi. Gunung api memiliki periode aktivitas yang dapat berubah. Ada masa ketika aktivitas meningkat, kemudian menurun dan kembali relatif tenang. Karena itu, pemantauan dilakukan secara berkelanjutan untuk mengetahui perubahan kondisi di dalam gunung.
PVMBG Badan Geologi menjadi salah satu lembaga yang melakukan pemantauan aktivitas gunung api di Indonesia melalui pos pengamatan dan berbagai instrumen pemantauan. Informasi resmi mengenai aktivitas gunung api juga dapat diakses melalui sistem MAGMA Indonesia.
Masyarakat Diminta Mengikuti Informasi Resmi
Di tengah meningkatnya aktivitas gunung api, masyarakat di sekitar kawasan terdampak diimbau tidak mudah mempercayai informasi yang belum terverifikasi.
Untuk kondisi Gunung Anak Krakatau, Badan Geologi meminta masyarakat mengikuti rekomendasi resmi dan menjauhi kawasan yang masuk radius bahaya. Masyarakat di wilayah yang terdampak abu vulkanik juga diimbau mengurangi aktivitas di luar ruangan atau menggunakan masker untuk mengurangi paparan abu.
Fenomena gunung api merupakan bagian dari dinamika bumi yang terus berlangsung. Karena itu, memahami penyebab gunung api aktif bukan hanya penting dari sisi pengetahuan, tetapi juga membantu masyarakat lebih siap menghadapi potensi bencana. Kuncinya, jangan panik dan jangan mengabaikan informasi resmi. Ikuti perkembangan aktivitas gunung api dari PVMBG, Badan Geologi, BPBD, serta pemerintah daerah setempat.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: