Pemkab Pesawaran Perkuat Kesiapsiagaan Hadapi Ancaman Bencana
Pemkab Pesawaran gelar Apel Siaga Bencana HKB 2026 untuk tingkatkan kesiapsiagaan, mitigasi risiko, dan perlindungan masyarakat dari ancaman bencana.-Dokumentasi warga-Media Sosial
RADARTVNEWS.COM - Pemerintah Kabupaten Pesawaran menggelar Apel Siaga Bencana sebagai bagian dari peringatan Hari Kesiapsiagaan Bencana (HKB) 2026. Kegiatan ini dilaksanakan di Lapangan Pemkab Pesawaran sebagai bentuk upaya meningkatkan kesiapan menghadapi potensi bencana di daerah.
Apel dipimpin oleh Antonius Muhammad Ali yang membacakan amanat dari Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana. Dalam amanat tersebut ditekankan pentingnya perubahan pola penanggulangan bencana, dari yang sebelumnya bersifat reaktif menjadi lebih fokus pada pencegahan dan mitigasi risiko.
Peringatan HKB tahun ini juga menandai sepuluh tahun gerakan Kesiapsiagaan Bencana sejak pertama kali dicanangkan. Selama periode tersebut, berbagai upaya dinilai telah memberikan dampak positif dalam mengurangi risiko dan dampak bencana.
Namun demikian, ancaman bencana, khususnya yang dipicu faktor cuaca seperti banjir dan tanah longsor, masih terus meningkat. Hal ini menuntut seluruh daerah untuk semakin memperkuat sistem kesiapsiagaan, termasuk peringatan dini, jalur evakuasi, serta kesiapan personel dan peralatan.
Pemerintah juga mendorong agar latihan dan simulasi kebencanaan dilakukan secara rutin, serta memperkuat kerja sama antara berbagai pihak, mulai dari pemerintah, masyarakat, dunia usaha, hingga akademisi.
Selain itu, perhatian khusus juga diberikan kepada kelompok rentan agar mereka mendapatkan perlindungan dan pemahaman yang cukup dalam menghadapi situasi darurat.
Dalam kegiatan tersebut turut dilakukan pengecekan peralatan penanggulangan bencana, seperti kendaraan operasional, perlengkapan evakuasi, dan logistik. Hal ini bertujuan memastikan seluruh sarana siap digunakan saat dibutuhkan.
Melalui kegiatan ini, diharapkan kesadaran dan kesiapan masyarakat dalam menghadapi bencana semakin meningkat, sehingga dampak yang ditimbulkan dapat diminimalkan. (*)
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: pemerintah kabupaten pesawaran