Mitra SPPG dan SMAN 6 Tabayun: Komitmen Perbaikan Layanan Pasca Insiden Gangguan Pencernaan
TABAYUN : Proses diskusi antara mitra SPPG dan pimpinan SMAN 6 Bandarlampung. -Radar TV -
BANDAR LAMPUNG, RADAR TV NEWS. COM – Mitra Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) bersama SMA Negeri 6 Bandarlampung melakukan tabayun membahas insiden gangguan pencernaan diduga berasal dari menu Makanan Bergizi Gratis (MBG) yang terjadi Rabu 22 April 2026.
Tabayun ini merujuk pada pertemuan antar pihak untuk meneliti, memverifikasi, atau mencari kejelasan informasi hingga benar-benar jelas statusnya.
Dalam ajaran agama Islam, tabayun merujuk pada prinsip kehati-hatian untuk menghindari berita palsu (hoaks), fitnah, dan kesalahpahaman.
Pertemuan dilaksanakan di SMAN 6 antara pihak pimpinan sekolah, SPPG dan Komite Sekolah, Senin 27 April 2026.
Sebelumnya mencuat pemberitaan sebanyak 147 siswa dan 25 orang guru mengalami indikasi gangguan pencernaan.
”Saya atas nama mitra SPPG menyampaikan maaf mendalam atas peristiwa ini. Kami akan terus memperbaiki supporting system kerja SPPG agar lebih baik lagi dan tidak terulang lagi di masa mendatang,” kata Mitra SPPG Way Lunik.
Keluhan sakit perut disertai diare dialami murid dan guru, usai mengonsumsi menu MBG yang menyajikan menu ayam teriyaki pada Rabu pekan lalu sekira pukul 13.00 WIB.
”Secara kasat mata tidak ada kecurigaan atas menu yang disajikan. Semua dalam kondisi baik,” kata Ali, salah seorang guru yang hadir dalam pertemuan.
Pak Guru Ali mengaku mulai merasakan sakit perut disertai diaere (mencret) sekira pukul 24.00 WIB, berlanjut pada subuh dan pagi hari. Indikasi sakit perut menurut sejumlah siswa dan guru bermacam-macam.
Sekira selang 10 sampai 12 jam kemudian atau sejak tengah malan, guru dan siswa mengaku merasa sakit perut melilit disertai buang air besar.
Kejadian ini berlanjut saat KBM pada hari Kamis. Guru mengizinkan siswa untuk pulang karena sakit perut.
”Hari Rabu itu ada program senam sehat. Ada sejumlah siswa tak ikut senam, terlihat antre di toilet. Siswa minta izin untuk pulang karena sakit,” kata Wakil Kepala SMA Negeri 6 Bandarlampung Sri Astuti,S.E.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: