“Bloom in Cycles”: Kenapa Perempuan Terlihat Lebih Cantik Setelah Haid?

“Bloom in Cycles”: Kenapa Perempuan Terlihat Lebih Cantik Setelah Haid?

ilustrasi perempuan di fase bloom in cycles--freepik

RADARTVNEWS.COM — Istilah “bloom in cycles” akhir-akhir ini sering banget muncul di media sosial, menggambarkan bagaimana perempuan seperti “mekar” di fase tertentu dalam siklus tubuhnya sendiri. Banyak perempuan yang merasa wajahnya lebih cerah, kulit lebih halus, bahkan auranya beda setelah haid selesai. Sekilas terdengar puitis dan tidak realistis , tapi ternyata ini bukan sekadar kata-kata manis loh.

Ada penjelasan sains di baliknya.

Tubuh perempuan bekerja dalam siklus yang teratur, mulai dari menstruasi, fase folikular, ovulasi, sampai fase luteal. Di setiap fase ini, hormon naik dan turun, terutama estrogen dan progesterone.

Setelah haid selesai, tubuh masuk ke fase folikular, fase di mana estrogen mulai meningkat. Nah, di sinilah momen “bloom” itu terjadi. Estrogen membantu meningkatkan produksi kolagen, menjaga kelembapan kulit, dan memperbaiki teksturnya. Hasilnya, kulit terlihat lebih segar, lebih cerah, dan naturally glowing.

Makanya, banyak perempuan ngerasa lebih “bersinar” di fase ini. Bukan cuma dari segi fisik, tapi juga dari dalam. Mood cenderung lebih stabil, energi meningkat, dan rasa percaya diri ikut naik. Semua itu berkontribusi ke penampilan yang terasa lebih menarik.

Sebaliknya, menjelang haid, tubuh masuk ke fase luteal. Di fase ini, progesteron meningkat dan estrogen menurun. Efeknya? Kulit bisa jadi lebih berminyak, gampang muncul jerawat, dan terlihat lebih kusam. Nggak jarang juga mood ikut naik turun. Di sinilah banyak perempuan merasa lagi “nggak on”.

Menariknya, fenomena ini juga didukung penelitian ilmiah yang menunjukkan bahwa sel kulit memang dipengaruhi oleh perubahan hormon sepanjang siklus menstruasi. Jadi, konsep “bloom in cycles” bukan cuma tren tapi refleksi dari cara tubuh bekerja.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: