Self Love Berlebihan Bisa Berubah Jadi Sikap Egois

Self Love Berlebihan Bisa Berubah Jadi Sikap Egois

ilustrasi : self love adalah ketika kita mencintai dan menghargai diri kita.--freepik

RADARTVNEWS.COM — Siapa yang tidak kenal dengan istilah self love, belakangan ini, istilah self love semakin populer, terutama di kalangan anak muda. Banyak dari mereka yang mulai belajar mencintai diri sendiri, menjaga batasan, dan tidak lagi memaksakan diri demi orang lain. Sekilas, semua ini terlihat positif.

Namun sepertinya banyak orang yang mulai salah mengartikan dan muncul pertanyaan, apakah self love bisa berubah menjadi egois?

Self love pada dasarnya adalah kemampuan untuk memahami,mencintai, menerima, dan merawat diri sendiri. Ini penting, terutama di tengah tekanan sosial yang sering membuat seseorang merasa kurang atau tidak cukup.

Masalah muncul ketika self love dimaknai secara berlebihan. Tidak sedikit yang mulai menggunakan konsep ini sebagai alasan untuk selalu mengutamakan diri sendiri tanpa mempertimbangkan orang lain. Menolak membantu, menghindari tanggung jawab, hingga mengabaikan perasaan sekitar, sering kali dibungkus dengan alasan “lagi fokus sama diri sendiri.”

Di sinilah batas antara self love dan egois menjadi kabur.

Dalam psikologi, menjaga keseimbangan antara kebutuhan diri dan hubungan sosial adalah hal penting. Manusia tetap makhluk sosial yang membutuhkan koneksi dengan orang lain. Ketika semua keputusan hanya berpusat pada diri sendiri, relasi perlahan bisa merenggang.

Self love yang sehat justru tidak menghilangkan empati. Seseorang tetap bisa menetapkan batasan tanpa harus memutus kepedulian terhadap orang lain.

Sebaliknya, self love yang kebablasan cenderung membuat seseorang menutup diri dari kritik, sulit berkompromi, dan merasa selalu benar. Dalam jangka panjang, hal ini bisa memicu konflik dalam pertemanan, keluarga, bahkan hubungan asmara.

Fenomena ini menjadi pengingat bahwa tidak semua yang terlihat “self care” benar-benar sehat. Ada perbedaan antara merawat diri dan menjadikan diri sebagai pusat dari segalanya.

Menjaga diri tetap penting, tapi memahami orang lain juga tidak kalah berarti. Keseimbangan di antara keduanya menjadi kunci agar hubungan tetap berjalan tanpa harus kehilangan diri sendiri.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: