CNG, Hanya Rp 4.500 Setara 1 Liter Bensin

CNG, Hanya Rp 4.500 Setara 1 Liter Bensin

Ilustrasi Tabung CNG-Photo: varunkp-Pinterest

RADARTVNEWS.COM – CNG (Compressed Natural Gas) adalah salah satu alternatif bahan bakar untuk kendaraan.

Cara Kerja CNG tidak berbeda jauh dengan bahan bakar kendaraan lainnya seperti bensin atau solar.

CNG dapat menjadi bahan bakar alternatif untuk kendaraan pembakaran dalam (Internal Combustion) dengan sedikit penyesuaian.

Kendaraan yang ingin menggunakan CNG sebagai bahan bakar. Perlu memasang tabung penyimpanan gas, selang atau pipa untuk jalur penyaluran gas, dan regulator untuk mengatur tekanan gas yang akan memasuki ruang bakar.

CNG yang digunakan sebagai bahan bakar akan dialirkan dari tabung penyimpanan melalui pipa atau selang. CNG bertekanan tinggi akan melalui regulator untuk menyesuaikan tekanan gas agar cocok dengan tekanan ruang bakar. Kemudian gas yang sudah disesuaikan tekanannya akan dicampur dengan udara melalui karburator ataupun throttle body dan dibakar dalam ruang bakar.

Hasil pembakaran dari CNG dinilai lebih bertenaga untuk kendaraan. Selain itu hasil bakaran CNG menghasilkan emisi yang sedikit dibandingkan dengan bahan bakar minyak lainnya, terutama solar. 

Hasil bakaran yang bersih juga membuat ruang bakar menjadi lebih bersih dan memperpanjang umur mesin.

Harga dari CNG juga tergolong relatif murah yang per liternya dihargai Rp 4.500 

Namun harga konversi kendaraan untuk menggunakan sistem pembakaran CNG tidak murah. Untuk memasang seluruh sistem CNG dari tabung, selang, hingga regulator dibutuhkan biaya Rp 14.000.000 atau lebih.

Selain itu, tabung yang diperlukan untuk menampung CNG harus memiliki ukuran yang sangat besar, sehingga saat ini hanya kendaraan roda 4 atau lebih yang dapat mengkonversi bahan bakar menjadi CNG. 

Tabung CNG tersebut juga dapat mengurangi ruang penyimpanan atau bagasi pada kendaraan. 

Lebih lagi, fasilitas pengisian CNG tidak begitu merata seperti SPBU sehingga hanya beberapa daerah yang dapat menerima pasokan CNG dengan optimal. 

CNG juga memiliki resiko yang cukup fatal apabila mengalami kegagalan seperti kebocoran. CNG yang memiliki bentuk gas mudah untuk terperangkap dalam kabin kendaraan dan akan berakibat fatal apabila terjadi percikan.

Selain itu, kebocoran juga sulit untuk dideteksi. Kebocoran hanya mengeluarkan gas yang hanya dapat ketahuan bila tercium bau gas oleh pengguna.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: