Kisah Penentang Islam Sampai Menjadi Pedang Allah
Ilustrasi Khalid bin Walid-BINSAM-Pinterest
RADARTVNEWS.COM - Khalid bin Walid adalah salah satu sahabat Rasulullah yang terkenal sebagai panglima perang yang sangat hebat. Ia dijuluki Saifullah atau Pedang Allah karena keberanian dan kecerdasannya dalam memimpin pasukan.
Menariknya, sebelum masuk Islam, Khalid bin Walid justru pernah menjadi musuh yang kuat bagi kaum muslimin.
Khalid bin Walid lahir di Mekkah sekitar tahun 592 M dari keluarga terpandang suku Quraisy, yaitu Bani Makhzum. Ia dikenal memiliki kemampuan strategi militer yang luar biasa sejak muda.
Dilansir dari buku Ar-Raheeq Al-Makhtum karya Safi-ur-Rahman al-Mubarakpuri, Khalid termasuk salah satu panglima Quraisy yang sering memimpin pasukan dalam peperangan melawan kaum muslimin pada masa awal dakwah Islam.
Salah satu peran Khalid sebelum masuk Islam terlihat dalam peristiwa Perang Uhud. Dalam peperangan tersebut, Khalid memimpin pasukan berkuda Quraisy dan berhasil memanfaatkan celah ketika pasukan pemanah muslim meninggalkan posisi mereka.
Strategi ini membuat pasukan Quraisy menyerang dari belakang dan menyebabkan kaum muslimin mengalami kerugian besar. Peristiwa ini menunjukkan kecerdikan Khalid dalam membaca situasi perang.
Namun seiring berjalannya waktu, hati Khalid mulai terbuka terhadap Islam. Ia mulai menyadari bahwa ajaran yang dibawa oleh Muhammad adalah kebenaran.
Pada tahun 628 M, Khalid akhirnya memutuskan pergi ke Madinah untuk menyatakan keislamannya. Dilansir dari buku Al-Bidayah wan Nihayah karya Ibn Kathir, Rasulullah menyambut kedatangan Khalid dengan gembira dan mengatakan bahwa seseorang dengan kecerdasannya tidak mungkin lama berada jauh dari kebenaran.
Setelah memeluk Islam, kemampuan militer Khalid bin Walid justru menjadi kekuatan besar bagi kaum muslimin. Ia ikut serta dalam berbagai peperangan penting. Salah satu yang terkenal adalah Perang Mu’tah. Dalam pertempuran tersebut, tiga panglima muslim gugur satu per satu.
Khalid kemudian mengambil alih kepemimpinan pasukan dan berhasil menyelamatkan pasukan muslim dari kekalahan besar dengan strategi mundur yang sangat cerdas. Setelah peristiwa ini, Rasulullah memberinya gelar Saifullah (Pedang Allah).
Khalid bin Walid juga memiliki peran penting dalam berbagai penaklukan wilayah setelah wafatnya Nabi. Ia memimpin banyak pasukan pada masa pemerintahan Abu Bakar Asha-Shiddiq.
Khalid bin Walid berperan besar dalam menyatukan kembali wilayah-wilayah yang memberontak setelah wafatnya Rasulullah. Dilansir dari buku The History of al-Tabari karya Al-Tabari, Khalid juga memimpin berbagai kemenangan penting dalam ekspansi Islam di wilayah Persia dan Syam.
BACA JUGA:Kisah Dermawan dan Kesuksesan Abdurraman bin Auf
Salah satu kisah yang sering dikenang adalah kesederhanaan Khalid bin Walid meskipun ia seorang panglima besar. Ia tidak mengejar kekayaan atau kekuasaan.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: