Nu’aiman bin Amr: Sahabat Nabi yang Dikenal Humoris
Ilustrasi-Foto: nafees-Pinterest
RADARTVNEWS.COM - Dalam sejarah Islam, ada banyak sahabat Nabi yang dikenal karena keberanian, keilmuan, maupun kedermawanannya. Namun ada juga sahabat yang terkenal karena sifatnya yang humoris dan suka bercanda, yaitu Nu'aiman bin Amr.
Meski sering membuat orang tertawa, Nu’aiman tetap menjadi sahabat yang setia kepada Nabi Muhammad dan ikut dalam berbagai perjuangan Islam.
Nu’aiman bin Amr berasal dari kaum Anshar di Madinah. Ia termasuk sahabat Nabi yang ikut dalam perjuangan membela Islam sejak masa awal di Madinah.
Dilansir dari kitab Sirah Nabawiyah karya Ibnu Hisyam, Nu’aiman ikut serta dalam beberapa peristiwa penting pada masa Rasulullah, termasuk Perang Badar. Hal ini menunjukkan bahwa di balik sifatnya yang humoris, Nu’aiman tetap seorang pejuang yang berani.
Salah satu kisah terkenal tentang Nu’aiman adalah ketika ia pernah memberikan hadiah kepada Nabi Muhammad dengan cara yang unik.
Suatu hari, Nu’aiman membeli makanan dari seorang pedagang yang datang ke Madinah. Setelah itu, ia membawa makanan tersebut kepada Nabi dan berkata bahwa itu adalah hadiah untuk beliau. Nabi Muhammad pun menerima hadiah itu dengan senang hati.
Namun setelah makanan tersebut dimakan, pedagang itu datang menagih pembayaran. Ternyata Nu’aiman belum membayar makanan tersebut dan justru menyuruh pedagang itu menagih kepada Nabi. Ketika mengetahui hal itu, Nabi Muhammad hanya tersenyum dan akhirnya membayar makanan tersebut.
Kisah tersebut diceritakan dalam beberapa literatur sejarah Islam. Dilansir dari buku Al-Bidayah wan Nihayah karya Ibnu Katsir, Rasulullah sering tersenyum melihat tingkah Nu’aiman yang penuh candaan.
Kisah lain yang juga terkenal adalah ketika Nu’aiman pernah mengerjai sahabat lain dalam sebuah perjalanan. Saat itu ia bersama beberapa sahabat sedang melakukan perjalanan.
Nu’aiman kemudian menjual salah satu temannya kepada orang lain dengan bercanda, seolah-olah temannya itu adalah budak. Ketika orang tersebut hendak membawa sahabat itu pergi, barulah mereka menyadari bahwa itu hanyalah lelucon Nu’aiman.
Ketika kisah tersebut diceritakan kepada Nabi Muhammad, beliau tertawa mendengarnya.
Dilansir juga dari kitab Al-Ishabah fi Tamyiz ash-Shahabah karya Ibnu Hajar al-Asqalani, Rasulullah dikenal sebagai sosok yang memahami sifat Nu’aiman dan sering tersenyum terhadap candaan sahabatnya tersebut.
Walaupun sering bercanda, Nu’aiman tetap dikenal sebagai sahabat yang memiliki iman dan kecintaan besar kepada Nabi. Dalam beberapa riwayat juga disebutkan bahwa ia pernah melakukan kesalahan, namun Nabi Muhammad tetap menunjukkan kasih sayang kepadanya.
Rasulullah bahkan melarang para sahabat lain mencela Nu’aiman karena beliau mengetahui bahwa Nu’aiman mencintai Allah dan Rasul-Nya.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: