Kisah Penentang Islam Sampai Menjadi Pedang Allah
Ilustrasi Khalid bin Walid-BINSAM-Pinterest
Bahkan ketika pada masa pemerintahan Umar bin Khattab ia diberhentikan dari jabatan panglima, Khalid menerimanya dengan lapang dada dan tetap berjuang sebagai prajurit biasa.
Umar melakukan hal ini agar kaum muslimin tidak menganggap kemenangan selalu bergantung pada Khalid, melainkan pada pertolongan Allah.
Khalid bin Walid wafat sekitar tahun 642 M di kota Homs. Menariknya, meskipun ia mengikuti banyak peperangan besar, ia tidak wafat di medan perang melainkan meninggal di tempat tidurnya. Hal ini sering menjadi pengingat bahwa takdir seseorang tidak selalu sesuai dengan apa yang terlihat dari perjalanan hidupnya.
Kisah Khalid bin Walid menunjukkan bahwa seseorang yang dahulu menentang Islam pun bisa berubah menjadi pejuang besar bagi agama tersebut.
Keberanian, kecerdasan strategi, serta kesetiaannya kepada Islam membuat namanya dikenang sebagai salah satu panglima perang terbaik dalam sejarah Islam. (*)
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: