Bahaya Terlalu Sering Sulam Bulu Mata bagi Kesehatan Mata dan Penampilan

Bahaya Terlalu Sering Sulam Bulu Mata bagi Kesehatan Mata dan Penampilan

ilustrasi-foto: Pinterest-

RADARTVNEWS.COM - Sulam bulu mata atau eyelash extension menjadi salah satu perawatan kecantikan yang banyak digemari karena mampu membuat mata terlihat lebih besar, lentik, dan ekspresif tanpa perlu menggunakan maskara setiap hari. Prosedur ini dinilai praktis dan memberikan hasil instan, sehingga tidak sedikit orang yang melakukannya secara rutin dan berulang dalam waktu dekat. Namun, di balik tampilannya yang menarik, terlalu sering melakukan sulam bulu mata ternyata dapat menimbulkan berbagai dampak negatif bagi kesehatan mata dan bulu mata alami jika tidak dilakukan dengan bijak.

Salah satu risiko yang paling sering muncul akibat terlalu sering sulam bulu mata adalah iritasi dan reaksi alergi pada mata. Lem yang digunakan untuk merekatkan bulu mata sintetis mengandung bahan kimia tertentu yang berpotensi memicu reaksi pada kulit sensitif di sekitar mata. Gejala yang umum terjadi antara lain mata terasa perih, gatal, merah, hingga kelopak mata membengkak. Jika prosedur ini dilakukan secara terus-menerus, kulit di area mata bisa menjadi semakin sensitif sehingga risiko alergi meningkat. Pada kondisi tertentu, iritasi yang dibiarkan dapat berkembang menjadi peradangan atau infeksi yang lebih serius.

Selain iritasi, terlalu sering sulam bulu mata juga dapat menyebabkan kerusakan pada bulu mata alami. Bulu mata sintetis memiliki bobot yang lebih berat dibandingkan bulu mata asli, sehingga memberikan tekanan tambahan pada akar bulu mata. Jika pemasangan dilakukan berulang kali tanpa jeda yang cukup, akar bulu mata bisa melemah dan akhirnya menyebabkan bulu mata asli rontok lebih cepat dari siklus normalnya. Dalam jangka panjang, kebiasaan ini dapat membuat bulu mata tampak semakin tipis, jarang, dan sulit tumbuh kembali dengan sehat.

Risiko infeksi mata juga menjadi salah satu bahaya yang perlu diwaspadai. Sulam bulu mata dapat membuat area mata lebih sulit dibersihkan secara menyeluruh. Sisa debu, minyak, dan kotoran bisa terperangkap di antara bulu mata sintetis dan bulu mata asli. Kondisi ini menciptakan lingkungan yang ideal bagi pertumbuhan bakteri. Jika kebersihan tidak dijaga dengan baik, infeksi seperti blefaritis atau konjungtivitis bisa terjadi. Infeksi ini dapat menimbulkan gejala mata berair, nyeri, sensasi seperti ada benda asing di mata, bahkan gangguan penglihatan jika tidak segera ditangani.

Bahaya lainnya adalah gangguan pada kulit kelopak mata. Kulit di sekitar mata tergolong sangat tipis dan sensitif. Paparan lem secara terus-menerus dapat membuat kulit mengalami iritasi kronis, kering, atau mengelupas. Dalam beberapa kasus, kulit kelopak mata bisa menjadi lebih gelap atau mengalami perubahan warna akibat peradangan berulang. Selain itu, gesekan dari bulu mata sintetis juga dapat mempercepat munculnya garis halus di sekitar mata, sehingga membuat area tersebut terlihat lebih cepat menua.BACA JUGA:Selain Gula, Inilah Berbagai Faktor yang Bisa Menyebabkan Diabetes

Dari segi kenyamanan, penggunaan sulam bulu mata secara terlalu sering juga bisa menimbulkan rasa tidak nyaman saat beraktivitas. Bulu mata yang terlalu panjang atau terlalu tebal dapat mengganggu saat berkedip, tidur, atau mencuci wajah. Mata bisa terasa lebih cepat lelah karena harus menopang beban tambahan di kelopak mata. Jika bulu mata sintetis tercabut secara tidak sengaja, sering kali bulu mata asli ikut tertarik, menimbulkan rasa perih dan meningkatkan risiko kerontokan.

Terlalu sering sulam bulu mata juga dapat mengganggu fungsi alami bulu mata sebagai pelindung mata. Secara alami, bulu mata berfungsi untuk menahan debu, kotoran, dan partikel kecil agar tidak langsung masuk ke mata. Jika bulu mata alami rusak atau rontok akibat pemasangan extension yang berulang, perlindungan alami mata menjadi berkurang. Akibatnya, mata menjadi lebih rentan terhadap iritasi dan infeksi dari lingkungan sekitar.

Untuk meminimalkan risiko, penting bagi pengguna sulam bulu mata untuk tidak melakukannya secara terlalu sering dan memberikan waktu istirahat bagi bulu mata alami. Memilih tempat perawatan yang bersih, profesional, dan menggunakan bahan yang aman juga sangat penting untuk mengurangi kemungkinan infeksi. Selain itu, kebersihan mata harus selalu dijaga dengan baik, seperti membersihkan area mata secara lembut, menghindari menggosok mata, serta tidak menggunakan produk mata yang sudah terkontaminasi.

Apabila setelah melakukan sulam bulu mata muncul gejala seperti mata merah, gatal, nyeri, atau pembengkakan yang tidak kunjung membaik, sebaiknya segera hentikan penggunaan dan berkonsultasi dengan tenaga medis. Langkah ini penting untuk mencegah kondisi menjadi lebih parah dan melindungi kesehatan mata dalam jangka panjang.

 

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: