BANNER HEADER DISWAY HD

Malas Berolahraga Di Usia Muda, Dampaknya Baru Terasa Saat Usia Senja

Malas Berolahraga Di Usia Muda, Dampaknya Baru Terasa Saat Usia Senja

ilustrasi-foto: pinterest-

RADARTVNEWS.COM – Kebiasaan malas berolahraga di usia muda sering kali dianggap sepele. Banyak anak muda merasa tubuh masih kuat, jarang sakit, dan mampu melakukan berbagai aktivitas tanpa hambatan. Padahal, gaya hidup minim gerak yang dilakukan sejak usia produktif dapat menimbulkan dampak yang serius dan beru terasa ketika seseorang memasuki usia senja.

Efek pertama yang paling nyata adalah penurunan kekuatan otot dan daya tahan tubuh. Usia muda merupakan fase terbaik untuk membangun massa otot dan kebugaran fisik. Jika pada masa ini tubuh jarang dilatih, otot akan melemah lebih cepat seiring bertambahnya usia. Akibatnya, saat memasuki usia senja, tubuh akan menjadi mudah lelah dan aktivitas ringan pun jadi terasa berat.

Dampak kedua berkaitan dengan kesehatan tulang. Kurangnya aktivitas fisik di usia muda dapat menghambat pembentukan kepadatan tulang secara optimal. Padahal, kepadatan tulang yang kuat sejak dini sangat penting untuk mencegah osteoporosis di usia lanjut. Lansia yang jarang berolahraga sejak muda akan berisiko mengalami tulang rapuh dan muda patah, bahkan akibat benturan ringan.

Efek ketiga adalah meningkatnya risiko penyakit kronis di usia senja. Gaya hidup malas bergerak sejak muda dapat memicu berbagai masalah kesehatan seperti obesitas, diabetes, tekanan darah tinggi, serta penyakit jantung. Penyakit-penyakit ini sering kali tidak langsung muncul, tetapi berkembang secara perlahan dan beru terasa parah ketika usia sudah lanjut. 

BACA JUGA:Tren Olahraga Ringan di Rumah, Tetap Bugar Tanpa Ribet

Dampak yang keempat dapat terlihat pada kesehatan sendi fleksibilitas tubuh. Kurangnya berolahraga membuat sendi jarang digerakkan, sehingga menjadi kaku dan mudah nyeri. Ketika memasuki usia senja, kondisi ini dapat membatasi ruang gerak dan mengurangi kemandirian dalam menjalani aktivitas sehari-hari, seperti berjalan jauh atau melakukan pekerjaan rumah yang sederhana.

Efek kelima yang sering diabaikan adalah dampaknya terhadap kesehatan mental. Malas berolahraga di usia muda dapat membentuk kebiasaan hidup yang pasif dan terus berlanjut hingga tua. Saat usia senja, hal ini dapat memicu stres, rasa tidak percaya diri, hingga depresi karena tubuh terasa lemah dan tidak bertenaga. Padahal, aktivitas fisik rutin sejak muda terbukti membantu menjaga kesehatan mental dan kualitas hidup pada usia lanjut.

Para ahli kesehatan menilai bahwa olahraga tidak harus selalu berat atau menguras tenaga. Kebiasaan sederhana seperti berjalan kaki, bersepeda, berenang, atau bahkan olahraga ringan secara rutin sudah cukup memberikan manfaat untuk jangka panjang. Membangun kebiasaan aktif sejak usia muda merupakan investasi kesehatan yang jadinya akan terasa di usia senja.

Dengan memahami dampaknya jangka panjang tersebut, masyarakat diharapkan lebih sadar akan pentingnya olahraga sejak dini. Menjaga tubuh tetap aktif di usia muda buka hanya untuk kesehatan saat ini, tetapi juga sebagai bekal agar tetap sehat, mandiri, dan produktif ketika memasuki usia senja.

BACA JUGA:Olahraga Pagi Jadi Tren Baru Anak Muda: Antara Kesehatan dan Gaya Hidup Kekinian

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: