BANNER HEADER DISWAY HD

Hujan Lebat Masih Mengintai Bandar Lampung, BMKG Imbau Warga Waspada Bencana

Hujan Lebat Masih Mengintai Bandar Lampung, BMKG Imbau Warga Waspada Bencana

ilustrasi-foto: aplikasi cuaca-

RADARTVNEWS.COM - Bandar Lampung kembali diselimuti cuaca basah. Dalam beberapa hari terakhir, hujan turun nyaris tanpa pola yang pasti kadang ringan, tak jarang disertai intensitas lebat membuat langit kota lebih sering dipenuhi awan tebal daripada sinar matahari.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat kondisi ini masih akan berlangsung. Sebagian besar wilayah Indonesia, termasuk Lampung, diperkirakan tetap berada di bawah dominasi awan hujan, dengan potensi hujan ringan hingga sedang yang bisa terjadi hampir sepanjang hari. Situasi ini menuntut kewaspadaan masyarakat, terutama mereka yang memiliki mobilitas tinggi di luar ruangan.

BMKG Lampung bahkan telah menetapkan status siaga cuaca menyusul hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang mengguyur Kota Bandar Lampung, terutama pada sore hingga malam hari. Curah hujan yang tinggi berpotensi meningkatkan debit air di sejumlah titik rawan, khususnya wilayah dataran rendah dan kawasan dengan sistem drainase yang belum optimal.

Sejumlah kecamatan seperti Panjang, Teluk Betung, Tanjung Karang, hingga Rajabasa masuk dalam perhatian khusus. Di wilayah-wilayah ini, potensi genangan air hingga banjir lokal bisa terjadi apabila hujan lebat berlangsung dalam durasi yang cukup lama.

BACA JUGA:BMKG Ingatkan Potensi Hujan Lebat di Banyak Wilayah, Warga Diminta Tetap Waspada

Fenomena cuaca ini tidak lepas dari pola musim hujan di Indonesia bagian barat. Pada periode tertentu, Lampung masih menerima suplai massa udara basah dari wilayah perairan sekitar. Aliran udara ini memicu pertumbuhan awan hujan yang umumnya terbentuk sejak siang hingga malam hari, dan kerap datang secara tiba-tiba, bahkan disertai petir.

Di sisi lain, suhu udara di Bandar Lampung relatif stabil, khas wilayah tropis. Namun tingginya kelembapan membuat udara terasa lebih lembap dan basah, terutama setelah hujan turun. Meski tidak setiap hari diguyur hujan deras, pola hujan yang sporadis tetap menjadi ciri cuaca belakangan ini.

BMKG mengimbau masyarakat dan para pemangku kepentingan untuk terus memantau perkembangan cuaca melalui kanal resmi. Informasi prakiraan cuaca menjadi penting, terutama bagi warga yang beraktivitas di luar ruangan atau merencanakan perjalanan jauh. Kewaspadaan dan kesiapsiagaan dinilai dapat meminimalkan risiko serta dampak yang ditimbulkan oleh hujan berintensitas tinggi.

BACA JUGA:BMKG: Hujan Petir Berpotensi Landa Kota-Kota Besar, Termasuk Bandarlampung

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: